HARMOKO: DEWAN AKAN UNDANG PRESIDEN SOEHARTO

HARMOKO: DEWAN AKAN UNDANG PRESIDEN SOEHARTO[1]

 

Jakarta, Suara Pembaruan

Ketua DPRIMPR Harmoko mengatakan, pimpinan majelis sesegera mungkin akan mengadakan rapat untuk kemudian mengundang Presiden Soeharto, Harmoko yang didampingi dua Wakil Ketua masing-masing Letjen Syarwan Hamid dan Hj Fatimah Achmad menyatakan hal itu Kamis pagi ketika berdialog dengan Delegasi Anti Kekerasan yang dipimpin oleh Dr Adnan Buyung Nasution, SH.

Dikemukakan, pimpinan DPR telah mengetahui pernyataan Presiden di Kairo dari informasi media cetak maupun media elektronik (baca berita lain di halaman ini – red). Menanggapi hal tersebut tuturnya, sikap DPR dalam waktu dekat ini akan melakukan pendekatan dengan pimpinan MPR untuk melakukan rapat pimpinan MPR. Ditandaskan akan secepatnya pimpinan majelis melakukan rapat untuk kemudian sesuai dengan tata, tertib dan mekanisme secara konstitusional bertemu dengan Presiden.

Diingatkan, pimpinan DPR akan mensikapi pernyataan Presiden tersebut dengan tetap berpijak pada nilai-nilai budaya bangsa dan mekanisme sesuai UUD 1945.

Dalam kesempatan itu, dialog yang juga dihadiri oleh pers media cetak dan elektronik, dijelaskan pula, DPR akan minta pihak berwenang untuk mengusut lebih lanjut penembakan terhadap enam mahasiswa Universitas Trisakti pada 12 Mei lalu. Telah diagendakan Jumat petang DPR melalui Komisi C akan memanggil Menhankam/Pangab agar memberikan penjelasan sehubungan hal tersebut. Dengan begitu akan diperoleh keterangan secara jelas sehingga masyarakatpun bisa mengetahui secara transparan apa yang menjadi penyebab tragedi tersebut.

Sebagai ungkapan belasungkawa bendera setengah tiang dikibarkan di Gedung DPR/MPR. Seberapa lama pengibaran bendera setengah tiang itu tidak bisa dipastikan oleh Sekjen DPR/MPR namun dengan pengibaran bendera setengah tiang itu DPR ikut merasakan duka yang mendalam.

 

Tenang

Sementara itu dalam kesempatan terpisah Menteri Penerangan Alwi Dahlan mengimbau agar masyarakat bersikap tenang, jangan semua isu langsung ditangkap dan dianggap benar.

“Masyarakat harus berhati-hati dalam memilih informasi dan berusaha setenang mungkin.”

Alwi mengemukakan itu kepada wartawan setelah menghadap Wakil Presiden BJ Habibie selama hampir duajam (pukul 10.05-11.45) di Istana Wapres, Kamis (14/ 5).

“Kalau semua orang gelisah itu seperti bila salju,” katanya.

Menurutnya, pihak keamanan tentu akan menangani masalah keamanan ,namun suasana tergantung pada diri kita. (W-4/W-5/S-22)

Sumber: SUARA PEMBARUAN (14/05/1998)

________________________________________________________________________________________________

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita.” Buku XX (1998), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal 286-287.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.