HARI PERTAMA KUNJUNGAN PRESIDEN SOEHARTO: SUASANA DIWARNAI KEBESARAN TRADISIONAL

HARI PERTAMA KUNJUNGAN PRESIDEN SOEHARTO: SUASANA DIWARNAI KEBESARAN TRADISIONAL

Suasana hari pertama kunjungan Presiden Soeharto di Kerajaan Inggris Selasa kemarin, benar-benar diselimuti dan diwarnai kebesaran dan tata cara tradisional. Hampir semua acara bersifat seremmonial. Dan baru pada hari Rabu akan terjadi "hari bisnis" sesungguhnya, dengan berbagai perundingan.

Sekalipun hawa dingin, tetapi cuaca cerah dan bermatahari dengan suhu antara 5-10 derajat Celcius, seolah teratasi dengan semaraknya upacara penyambutan kerajaan yang agung, tapi penuh warna-warni. Sri Ratu Elizabeth II dan suaminya Pangeran Philip atau Duke of Edindburgh, menyambut kedatangan Kepala Negara dan pemerintah Rl, yang pertama menginjakkan kaki di bumi inggris ini.

Penyambutan resmi berlangsung di stasiun Victoria, setibanya kereta api kerajaan yang membawa Presiden dan rombongan dari Stasiun Gatwick, pada jam 12.30 atau 19.30 WIB kemarin. Begitu kereta api berhenti. Presiden Soeharto keluar sambil membantu Ny. Tien, Sri Ratu dan suaminya maju ke depan memberi salam selamat datang serta bercakap-cakap sejenak dengan tamunya.

Kemudian diperkenalkan pada keluarga kerajaan, dimulai dari Pangeran Charles yang memberi saluir sebelum berjabat tangan. Setelah itu barulah dikenalkan dengan para penyambut lainnya seperti PM Ny. Margaret Theacher, Menteri Dalam Negeri William Whitewall, Menlu Lord Carrington, Kepala Staf Angkatan Bersenjata danpimpinan kota London yang masing­ masing mengenakan jubah kebesarannya.

Sekalipun suasana serba resmi dengan pakaian warna gelap semuanya (dark suite), tetapi penuh dengan kehangatan penyambutan. Sri Ratu mengenakan pakaian wool warna hijau, bertopi yang serasi sekali dengan warna pakaiannya, Duke of Edinburgh mengenakan seragam Angkatan Laut Kerajaan (Admiral of the fleet) warna biru. Sedang Pangeran Charles juga berseragam Angkatan Laut Kerajaan (Comander).

Presiden Soeharto tiba di pelabuhan udara Gatwick dari Geneva dengan pesawat Boeing 707 Pelita Air Service padajam 11.25. Sekalipun kunjungan Presiden di Geneva bersifat pribadi namun, ia sempat menerima kunjungan kehormatan Menlu Swiss Pierre Aubert yang didampingi Prof. Dr. Klaus Jacobi (Direktur Hubungan Ekonomi Luar Negara KeMenterian Perekonomian dan Wakil Swiss di ADB).

Ratu mengutus sepupunya, puteri Alexandra dan suaminya Angus Ogilvy untuk menjemput Presiden di Gatwick. Disinipun telah diadakan upacara, sekalipun tak seresmi di stasiun Victoria. Antara lain dengan lagu kebangsaan kedua negara dan pemeriksaan barisan kehormatan terdiri dari satuan The Queen’s Colour Squadron dari RAF (Angkatan Udara Kerajaan).

Dari pelabuhan udara Presiden selanjutnya dengan kendaraan menuju stasiun Gatwick, dan putri Dubes Saleh Basarah, Fifi menyerahkan karangan bunga kepada Ny. Tien Soeharto. Dari stasiun Gatwick di perlukan waktu 45 menit ke stasiun Victoria.

Tujuh Kereta Kencana

Sehabis upacara perkenalan di gedung Stasiun Victoria itu yang dilapisi dengan karpet merah, Sri Ratu dan suaminya mengantar Presiden dan Ny. Tien Soeharto ke tempat upacara penyambutan diluar gedung stasiun. Dentuman meriam 21 kali terdengar, ditembakkan dari Towe of London dan lapangan Hyde Park sekitar 10 km dari stasiun Victoria, oleh satuan Royal House Artillery.

Suatu barisan pasukan kehormatan dari Batalyon ke-2 Coldstreams Guards dengan seragamnya yang menyala itu, tampak siap untuk diperiksa. Presiden Soeharto tersenyum ketika komandan pasukan kehormatan mempersilahkan untuk memeriksa barisan dalam bahasa Indonesia.

Pangeran Philip mendampingi Presiden Soeharto ketika memeriksa pasukan, sementara Sri Ratu dan Ny. Tien Soeharto menunggu ditempat upacara.

Sementara itu tampak tujuh kereta kencana kerajaan telah disiapkan. Presiden bersama Ratu menuju kereta pertama yang ditarik enam ekor kuda putih dalam keadaan terbuka.

Presiden mempersilakan Sri Ratu, yang kemudian duduk di sebelah kanan. Sekalipun Sri Ratu sebagai nyonya-rumah, dia adalah wanita yang menurut tradisi Inggris harus sebelah kanan.

Prosesi kemudian bergerak menuju Istana Buckingham. Didahului sepasukan polisi berkuda, kemudian barisan pengawal kerajaan dari The Sovereign Escort of the Household Cavalry.

Kereta kencana kedua, tampak Ny. Tien Soeharto dan Duke of Edinburgh, duduk berhadapan dengan Pangeran Charles dan Kepala Protokol RI Joop Ave. Di belakang kereta ini, lagi sepasukan pengawal kerajaan dari Divisi ke-3 The Queen Escort.

Kelima kereta kencana lainnya membawa para pejabat resmi RI dan anggauta keluarga kerajaan yang ditugaskan mendampingi, seperti Putri Alexandra, The Countess of Airlie, The Lord Hamilton of Dalzell, Lady Susan Hussey dan lainnya.

Di belakang kereta kencana ketujuh, tampak sepasukan pengawal kerajaan lagi dari Div. ke-4 The Sovereign Cavalry. Kemudian beberapa mobil, dan paling belakang pasukan polisi berkuda lagi.

Ketat

Sebenarnya letak Istana Buckingham cukup dekat dengan Stasiun Victoria. Namun prosesi kenegaraan ini makan waktu lebih dari 20 menit, karena memutar lewat sejumlah jalan, antara lain Victoria Street, Parliament Square, White hall, Admiralty Arch yang berupa gapura, The Mall yaitu jalan lapang yang langsung kejurusan Istana dan kemudian prosesi masuk lewat gerbang tengah istana.

Bendera kebangsaan kedua negara berderet di sepanjang jalan. Perhatian masyarakat London cukup besar, belum lagi dari para turis asing yang ingin melihat prosesi kerajaan ini. Sebab prosesi semacam ini, memang mengundang daya tarik sendiri.

Pageantry memang dipegang kukuh di Inggris sebagai lambang persatuan, dan sekarang jadi bagian industri pariwisata," kata seorang anggota delegasi Rl.

Pengamanan di sepanjangjalan, terasa ketat sekali. Satuan Polisi London yang dikenal dengan sebutan Bobby dikerahkan, berderet di sepanjang jalan dan dimana­mana tampak penjagaan dari anggota satuan angkatan bersenjata.

Rakyat Inggris dengan tertib berdiri sepanjangjalan yang dilalui, yang sejak pagi sudah dipasangi pagar. Para agen Scotland Yard menurut keterangan juga dikerahkan peningkatan pengamanan ini dilakukan terutama setelah terbunuhnya paman Sri Ratu Lord Louis Maunthatten beberapa waktu lalu oleh gerilyawan IRA.

Tiba di Istana, dilakukan penghormatan lagi oleh barisan pengawal kerajaan, dari Batalyon ke-2 The Scots Guards. Memang pasukan kehormatan ratu ini berasal dari berbagai kesatuan. Sekalipun mereka berseragam seremonial dengan topi bulu beruang hitam dan lain-lainnya, namun mereka bukanlah sekedar prajurit mainan.

Tapi justru dari satuan-satuan elite angkatan bersenjatalnggris, yang sejarahnya sejak 1612 telah bertempur di segala penjuru dunia sampai Perang Korea lalu. Satuan Scotts Guards itu misalnya, adalah bagian dari kavaleri Inggris yang ditugaskan di Jerman Barat sekarang dengan tank-tank Chieftain mereka.

Begitu tiba di Istana, Presiden, Ny Tien Soeharto, Sri Ratu dan suaminya berdiri sejenak di tangga istana, diabadikan para wartawan foto, kemudian di lobby diadakan perkenalan dengan para pejabat kerajaan. Setelah itu nyonya dan tuan-rumah mengantar Presiden dan Ny Tien Soeharto ke Belgian Suite, yaitu ruang menginap Presiden selama di Inggris.

Suasana kerajaan memang terasa sekali di istana yang kuno ini (dibangun mulai tahun 1703 oleh Duke of Buckingham kemudian dibeli Ratu George III sebagai tempat pribadi. Menjadi kediaman resmi raja dan ratu Inggris sejak Ratu Victoria naik tahta tahun 1837kamarnya sekitar 300 buah!

Untuk mengakrabkan pada suasana dan lingkungan Istana ini, Sri Ratu dan suaminya siang itu juga menjamu Presiden dan Ny. Tien Soeharto untuk santap siang pribadi di mang Bow Room, dilanjutkan minurn kopi di Ruang 1841, lalu pertukaran kenang-kenangan di Ruang Carnavon. Selanjutnya istirahat sejenak, sebab acara seremonial sore itu masih akan berlanjut.

Makam Pahlawan Tak Dikenal

Acara berikut kemarin sore (malam di WIB), adalah peletakkan karangan bunga pada Makam Pahlawan Tak Dikenal (Unknown Warrior) di Westminster Abbey. Bangunan Gothic yang megah-agung dan berusia 900 tahun itu selalu dekat dengan proses sejarah Inggris. Sekitar 100 masyarakat fudonesia tampak menghadiri upacara ini.

Menurut keterangan, ini makam seorang prajurit Inggris yang gugur dalam Perang Dunia I di Perancis, dan diletakkan di situ pada tahun 1920. Konon, seorang prajurit yang buta diminta untuk memilihkan salah-satu dari enam peti jenazah prajurit tak dikenal, dan dengan tongkatnya ia menunjuk peti yang kiniditanam di gereja tersebut.

Di kompleks itu banyak peringatan dan makam dari para raja dan ratu Inggris serta orang-orang terkenallainnya. Seperti nama David Livingstone (penjelajah Afrika). Darwin, Newton, Handel (komponis), Gladstone dan lain-lainnya.

Menurut rencana, jam 20.30 atau 11.30 dini hari Rabu ini, Sri Ratu akan mengadakan jamuan kenegaraan resmi di Istana Buckingham. Tapi sebelumnya, beberapa acara resmi lainnya masih harus dilakukan Presiden Soeharto, seperti menerima ucapan selamat datang dari Ketua dan Anggota The Greater London Council danLord Mayor dari City of Westminster.

Upacara ini dilakukan di istana St. James. Pada kesempatan ini Presiden Soeharto mengatakan sangat terharu menginjakkan kaki untuk pertama kali di kota London dan mengucapkan terima kasih yang sedalam-dalamnya atas segala sambutan yang meriah serta penuh keramahan dari pimpinan dan rakyat Inggris.

Kemudian masih dalam kompleks istana ini, Presiden akan mengunjungi Ibu Suri Ratu dengan mengadakan tukar menukar tanda mata. Dari sini Presiden kembali ke Buckingham untuk menerima Menlu Lord Carrington, satu-satunya acara kemarin yang mungkin tidak begitu seremonial.

Presiden dan Ny. Tien Soeharto bermalam di Istana Buckingham. Istana ini menjadi istana bagi begitu banyak Ratu dan Raja Inggris untuk waktu sekitar 3 abad. Tepatnya tahun 1762 ketika permaisuri Raja George III pindah dari istana St. James. Istana ini dibangun tahun 1705 oleh Duke of Buckingham, (DTS).

London, Kompas

Sumber: KOMPAS (14/11/1979)

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku "Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita", Buku V (1979-1980), Jakarta: Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 215-218.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.