HARI INI HADIRI PERTASI KENCANA DI LOMBOK PAK HARTO SUDAH BEKERJA SEPERTI BIASA

HARI INI HADIRI PERTASI KENCANA DI LOMBOK PAK HARTO SUDAH BEKERJA SEPERTI BIASA[1]

 

Jakarta, Merdeka

Pak Harto Senin kemarin sudah melaksanakan tugas kenegaraan seperti biasa. Dia antara lain menerima dua menteri, yaitu Mensesneg Moerdiono, Menlu Ali Alatas serta Dubes RI dengan tugas khusus Nana Sutresna di kediaman Jalan Cendana.

Selasa hari ini Presiden menurut rencana mengadakan perjalanan ke daerah dan menghadiri acara puncak Pekan Nasional Pertanian, Koperasi dan Keluarga Berencana (Pertasi Kencana) yang akan dilangsungkan di Lombok, NTB.

Menyinggung kehadiran Presiden di NTB Lombok itu Mensesneg mengemukakan, kepastian kehadiran Presiden sudah diputuskan sejak Sabtu lalu setiba di tanah air. Kegiatan tersebut merupakan Pembukaan Pekan Nasional Kontak Tani Nelayan ke-9, Hari Krida Pertanian ke-24, Hari Gerakan Koperasi ke-49 dan Hari Gerakan Keluarga Berencana Nasional ke-26.

“Semula, acara ini akan dihadiri Wakil Presiden Try Sutrisno. Namun karena kesehatan Kepala Negara cukup baik yang dibuktikan dengan hasil pemeriksaan di Jerman, akhirnya Presiden memutuskan untukhadir secara langsung.” ujar Moerdiono.

Kepada Mensesneg, Presiden meminta laporan berkaitan dengan perkembangan terakhir secara umum di tanah air.

Kepada Menlu Ali Alatas kemarin Pak Harto memberi petunjuk-petunjuk mengenai beberapa masalah yang berkaitan dengan rencana KTT Asean Informal. Dalam pertemuan itu Menlu Ali Alatas kepada Presiden meraporkan rencana penyelenggaran konferensi tingkat menteri luar negeri ASEAN (AMM-ASEAN Ministerial Meeting) yang ke-29 tanggal 20 Sampai 25 Juli dan dibuka Presiden di Istana Negara, Jakarta.

Berkenaan dengan AMM, di adakan pertemuan ASEAN regional forum ke-3 dan pertemuan pasca menteri (PMC-Post Ministerial Conferences). Menurutnya, para pejabat senior menyetujui untuk mengkonfirmasikan atau menegaskan diterimanya Myanmar sebagai negara peninjau. Dengan begitu, ada 4 negara peninjau, Kamboja, Laos, Papua Nugini dan Myanmar.

Para pejabat senior ASEAN dan AMM membahas peningkatan status RRC, Federasi Rusia dan India menjadi mitra wicara penuh ASEAN.

“India dari mitra wicara sektoral menjadi mitra wicara penuh serta RRC dan Federasi Rusia dari status negara konsultatif menjadi negara mitra wicara.”

Dengan demikian mitra wicara ASEAN bertambah jumlahnya menjadi 10 negara. Mnyanmar akan diterima sebagai peninjau dan India diterima mitra wicara penuh, dengan sendirinya mereka akan ikut ASEAN Regional Forum (ARF).

“Ini yang akan dikukuhkan oleh para menteri. Kalau mereka ikut serta berarti ARF berjumlah 21 anggota, dengan masuknya Myanmar dan India.” tambahnya.

Menurut Alatas beberapa masalah yang terus menerus menjadi perhatian dan topik pembicaraan bagi KTM Asean, dibidang politik ialah belum rampungnya, program Southeast Asia Nuclear WeaponsFree Zone.

“Masalah itu masih dilakukan perembukan-perembukan sampai sekarang.” ungkapnya.

Selain itu, di bidang ekonomi akan dibicarakan masalah AFTA, restrukturisasi PBB, soal Timteng yang mulai menghangat. Bosnia-Herzegovina yang belum selesai serta kerjasama Selatan-Selatan.

Sumber : MERDEKA (13/07/1996)

______________________________________________________
[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita.” Buku XVIII (1996), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal 799-800.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.