HANOMAN RAKSASA SUMBANGAN RINTO HARAHAP

HANOMAN RAKSASA SUMBANGAN RINTO HARAHAP[1]

 

 

Jakarta, Antara

Hanoman raksasa dengan tinggi 21 meter dan lebar (jangkauan tangan) 15 meter yang berdiri di Stadion Utama Senayan, Sabtu subuh, merupakan sumbangan Rinto Harahap, penyanyi rekan Ruth Sahanaya dan Ike Nurjannah yang akan tampil pada acara pembukaan pesta olahraga Asia Tenggara yang akan dibuka Presiden Soeharto, Sabtu malam (11/10).

Onny Koes Harsono, staf artistic 1, divisi staging Pentas Cahaya Prima yang membangun Hanoman raksasa itu mengatakan, ia bersama rekannya juga membuat bola raksasa yang akan menguak, tempat Ruth dan Ike menyanyi.

“Tapi bola berdiameter tujuh meter ini merupakan pesanan KONI melalui Pak T.B. Silalahi, sedangkan hanoman raksasa merupakan sumbangan Pak Rinto,” kata Onny yang juga menyiapkan sepuluh bangunan merupakan perahu naga dan bangunan seperti candi yang dibuat dari “styro-foam” puluhan meter kubik yang juga pesanan T.B. Silalahi.

Bangunan perahu-perahu dan candi itu tiba di halaman Istora Senayan, Sabtu pukul 06:30 WIB dan akan digunakan sebagai perlengkapan Gebyar Nusantara, salah satu bentuk tarian yang digali dari budaya bangsa dan akan dibawakan sekitar 6.500 penari.

“Harga satu meter kubik styro-foam itu sekarang sekitar Rp 180 ribu. Saya tidak ingat, tapi cukup banyak kita habiskan untuk membuat 10 bangunan yang akan dinaiki orang yang membawa 10 bendera kontingen nanti, apalagi dengan hanoman raksasa dan bola besar itu,” kata Onny yang menyediakan jasa perangkat teknis hiburan.

Dia sudah mengerjakan panggung music Metalika, kirab remaja, HUT RCTI dan yang lainnya.

“Hampir 80 orang kita pekerjakan untuk membuat semua pesanan ini. Kami diberi tahu kira-kira tiga minggu lalu dan waktu itu terlalu sempit bagi kami karena kami harus merenungkan dulu segi artistiknya,” kata Onny yang di bidang pemanggungan dibantu Panghendra di bagian penyinaran (lighting) dan teknologi efek.

Onny tidak bersedia menyebutkan berapa bayaran mereka.

“Kami bekerja sekarang ini demi idealisme saja. Yang penting semua karyawan saya terbayar dan kalau ada lebih Alhamdulillah. Kami juga menginginkan nanti ada yang dapat meneruskan kerja yang sudah kami rintis ini,” tutur Onny yang membangun tempat bekerja (workshop) rekannya di kawasan  Cibinong, Jawa Barat.

(T.DN02/0K02/11/10/97 10:10/SD01)

Sumber:  ANTARA (22/10/1997)

__________________________________________________________________________________________

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita.” Buku XIX (1997), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal 611-612.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.