HADIAH MOBIL TIMOR UNTUK WINARNI DAN PATMAWATI

HADIAH MOBIL TIMOR UNTUK WINARNI DAN PATMAWATI[1]

 

Jakarta, Antara

Menpora Hayono Isman akan mengupayakan hadiah mobil Timor untuk kedua lifter putri Indonesia Winarni yang meraih dua medali emas kelas 50 kg dan Patmawati di kelas 59 kg pada kejuaraan dunia angkat besi 1997 yang berlangsung di Chiang Mai, Thailand.

“Saya merasa gembira dan bangga dengan apa yang diraih oleh kedua lifter Indonesia itu,” ujar Menpora yang ditemui wartawan saat bermain golf di lapangan golf Senayan, Jakarta, Rabu.

Dikatakannya kedua lifter putri Indonesia itu patut mendapat penghargaan dari kita semua khususnya dari KONI Pusat selain itu mereka perlu dihadapkan kepada Bapak Presiden Soeharto.

Pada kesempatan itu Menpora juga menyampaikan selamat kepada kedua atlet yang telah mengukir sejarah baru bagi Indonesia dalam keikutsertaan pada kejuaraan dunia angkat besi tingkat senior.

Menpora menyambut baik apabila hadiah rumah yang disediakan oleh pihak sponsor untuk atlet Indonesia yang berhasil memecahkan rekor dunia di SEA Games XIX lalu dapat diberikan kepada kedua lifter Indonesia itu.

Dikatakannya Kantor Menpora memang masih menyimpan satu hadiah mobil Timor yang akan diberikan kepada atlet dari Thailand, sedangkan satu rumah masih akan ditentukan kepada siapa hadiah itu patut diberikan.

Namun masalahnya rumah hanya satu, sedangkan lifter Indonesia yang merebut juara dunia ada dua, kecuali kalau ada pengusaha lain yang ingin memberikan jadi tidak perlu dibagi, ujarnya.

 “Akan saya usahakan agar keduanya mendapat mobil Timor,” ujarnya.

Dikatakannya penghargaan dari pemerintah memang tidak ada karena anggarannya memang tidak ada dan biasanya penghargaan diberikan pada saat Hari Olah Raga Nasional. Untuk itu diharapkannya dari masyarakat.

Pada kesempatan itu Menpora juga mengatakan bahwa ia sendiri akan ikut menjemput kedua lifter putri Indonesia itu yang menurut rencana akan tiba di Jakarta, Kamis.

Menurut Menpora, dengan kemenangan Winarni dan Patmawati tentunya mereka otomatis bisa diberangkatkan ke Asian Games XIII, karena prestasinya diatas Asia, namun Menpora minta kedua atlet itu latihannya tidak kendor.

Diakuinya meskipun kedua atlet itu membutuhkan pemulihan setelah mengikuti SEA Games XIX selain puncak penampilan mereka ada di pesta olahraga Asia Tenggara itu, namun itu semua bukan alasan untuk tidak berprestasi.

Terbukti dengan Patmawati, meskipun gagal di SEA Games serta adanya kasus pribadi, namun toh mereka tetap berprestasi, justru itu mereka berusaha tampil dan berhasil keluar sebagai juara dunia.

Oleh karena itu Menpora mengatakan bahwa bagaimana pun peranan PB penting dalam menciptakan suasana yang menyejukkan khususnya bagi atlet dalam mempersiapkan diri.

(T/OK07/0KZS/ 10/12/97 19:35/ok02)

Sumber: ANTARA (15/12/1997)

_____________________________________________________________________________________________

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita.” Buku XIX (1997), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal 644-645.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.