GUBERNUR BI: PEMERINTAH SELALU BERUPAYA TEKAN SUKU BUNGA

GUBERNUR BI: PEMERINTAH SELALU BERUPAYA TEKAN SUKU BUNGA

 

Jakarta, Antara

Gubemur BI, DR. Adrianus Mooy menegaskan pemerintah melalui segala cara selalu berupaya untuk menekan serendah mungkin suku bunga maupun laju inflasi.

Adrianus Mooy, memberikan keterangan itu kepada pers sebelum sidang cabinet terbatas bidang EKUIN yang dipimpin Presiden Soeharto di Bina Graha, Rabu pagi, 7 September 1988.

Atas pertanyaan wartawan mengenai rencana penurunan suku bunga Gubemur BI itu mengatakan, “Sabar, sabar saja. Tunggu nanti.”

Ditanya, apa akan ada keputusan mengenai moneter, ia menjawab “Tunggu saja, sabar.”

Ia mengatakan suku bunga itu ditentukan oleh bank-bank, sedangkan pemerintah atau Bank Sentral hanya mendorong dengan segala kebijaksanaannya serta menciptakan iklim yang diinginkan.

“Jadi jangan salah faham, seolah-olah Bank Indonesia mau menurunkan suku bunga,” katanya.

Ia menjelaskan, sebelum Juni 1983 BI menentukan banyak (di bidang moneter), tapi setelah deregulasi peranan lebih banyak dimainkan oleh perbankan.

Ditanya tentang instrumen BI untuk menekan perbankan agar melakukan sesuatu, ia tidak menjawab langsung hanya berkata sambil tertawa “keadaan sekarang kan baik, tenang.” Catatan ANTARA menunjukkan bahwa suku bunga perbankan pada saat ini berkisar antara sembilan sampai 24 persen per tahun.

Ditanya lagi apakah sertifikat BI perlu diturunkan bunganya, ia mengatakan, sementara ini seperti yang ada sekarang, tapi nanti dilihat lagi. Tentang posisi rupiah, ia mengatakan “baik”. Ia menjelaskan dolar AS menguat terhadap Yen.

“Kalau tidak salah sekarang 134 Yen per dolar dibanding 120 Yen pada Januari lalu. Kalau dolar menguat terhadap Yen tentu saja menguat pula terhadap mata uang lainnya termasuk rupiah,” katanya.

Ditanya tentang desas desus kemungkinan devaluasi, ia menjawab “Saudara jangan mengandalkan desas desus, nanti repot.” Ia juga mengatakan, devaluasi itu adalah suatu perubahan mendadak.

Apakah masih diperlukan perubahan mendadak dan mendesak itu, katanya balik bertanya kepada wartawan.

Menjawab pertanyaan tentang cadangan devisa, ia mengatakan “aman, masih baik.” Apakah bisa disebut angkanya? “Saya belum melihat angka terakhir” katanya.

Menurut catatan ANTARA pada posisi tiga bulan lalu cadangan devisa Indonesia adalah 10,5 miliar dolar AS.

Terhadap pendapat bahwa kini belum saatnya suku bunga diturunkan karena akan merangsang pelarian modal, ia mengakui kebenaran pandangan itu.

Namun ia juga menegaskan suku bunga di luar negeri bukan satu-satunya faktor penentu bagi suku bunga di dalam negeri.

Menjawab pertanyaan tentang inflasi, ia menjawab bahwa sekarang baik dan kita usahakan terus supaya lebih rendah.

Ia mengatakan juga, kalau kita bisa menekan inflasi, sama dengan inflasi rata-rata dunia, berarti suku bunga kita juga bisa mirip dengan suku bunga di dunia.

 

Sumber : ANTARA (07/09/1988)

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku X (1988), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 358-359.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.