GPEI IMBAU KADIN OKI AGAR DUKUNG PENINGKATAN EKSPOR

GPEI IMBAU KADIN OKI AGAR DUKUNG PENINGKATAN EKSPOR[1]

 

Jakarta, Antara

Wakil Ketua Umum Gabungan Perusahaan Eksportir Indonesia (GPEI) MF Ubaidi mengimbau Kadin Organisasi Konferensi Islam (OKI) agar benar-benar mendukung pemerintah Indonesia dalam upayanya meningkatkan ekspor komoditi nonmigas.

“Penegasan Presiden Soeharto bahwa peningkatan ekspor nonmigas harus diperjuangkan habis-habisan harus didukung oleh Kadin OKI.” kata MF Ubaidi kepada pers di Jakarta, Selasa.

Dikatakannya, permintaan terhadap komoditi Indonesia dari negara anggota OKI, khususnya di kawasan Timur Tengah cukup besar, namun tidak dapat dipenuhi karena para pengusaha Indonesia kurang agresif dalam menggapai pasar OKI.

Sebagai contoh pengusaha dari Saudi Arabia Ali Al-Masud yang saat ini berada di Indonesia dalam rangka menghadiri Pameran Produk Ekspor (PPE) 1996, melalui GPEI berminat membeli berbagai komoditi antara lain teh, kopi, cabe kering, jahe kering dan rempah-rempah lainnya.

“Komoditi yang diminta tersebut tidak hanya untuk memenuhi pasar SaueliArabia, tetapi juga akan dipasarkan kembali ke negara-negara di kawasan Timteng.” tuturnya.

Ubaidi menilai prospek ekspor komoditi nonmigas Indonesia ke negara anggota OKI, khususnya kawasan Timteng, cukup cerah dan dapat ditingkatkan lagi karena mereka banyak membutuhkan komoditi dari Indonesia.

Nilai ekspor Indonesia ke anggota OKI relatif masih kecil yaitu hanya 3,1 miliar dolar AS pada tahun 1995.

“Dengan diadakannya PPE yang merupakan ajang promosi dan dihadiri 3.515 pembeli asing dari 80 negara diharapkan ekspor nonmigas Indonesia pada 1996 dapat lebih ditingkatkan.” demikian Ubaidi.

Sumber : ANTARA (22/10/1996)

_______________________________________________________________________

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku XVIII (1996), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal 468.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.