GOLONGAN FRUSTASI GIAT AANHITSEN THD PEMIMPIN PEMIMPIN PNI

Prof. Sunawar Sokowati SH

GOLONGAN FRUSTASI GIAT AANHITSEN THD PEMIMPIN PEMIMPIN PNI [1]

 

Djakarta, Suara Merdeka

Ketua II DPP – PNI Prof. Dr Sunawar Sukowati SH mengatakan, bahwa berita2 jang dilansir oleh sebuah koran tertentu dewasa ini adalah bersumber pada mereka jang termasuk dalam golongan sakit hati. Sumber berita2 itu jang orangnja itu2 djuga adalah jang selalu menondjolkan dirinja jang paling unggul berkonsepsi, dan menganggap semua pimpinan DPP – PNI sekarang ini tidak mampu berkonsepsi”.

Hal itu diterangkan oleh Prof. Sunawar ketika kepadanja ditanjakan bagaimana pendapatnja mengenai pemberitaan jang bersifat insinuasi tsb. Sunawar mengatakan, bahwa jang terang wartawan dari koran jbs tidak pernah menghubungi beliau.

Ketika ditanjakan tentang isi berita itu sendiri, Ketua II DPP – PNI ini mengatakan bahwa isi berita itu tiada lain daripada pemutar – balikan fakta.

Saudara ingin tau apa jang saja katakan kepada wartawan SH, demikian Sunawar jang kemudian menguraikan bahwa “Marhaenisme mengandung idee dan spirit kearah mempersatu – padukan serta menggembleng semua tjita2 dan semua dinamik perdjoangan patriotik Bangsa Indonesia, jg hidup dati abad ke abad dan jang tumbuh tersebar diseluruh Nusantara”. Ditambahkan oleh Sunawar, bahwa spirit demikian dapat ditarik kesimpulan dati utjapan Bung Karno jang pernah saja dengar dari kaum politisi tahun 1937 jang mengatakan: ‘Gij Indonesiers, weest nietindolent’ .

Tidak Berpretensi Tumbuhkan Suatu Adjaran

Selandjutnja Prof Sunawar kemudian menegaskan saja tidak berpretensi sebagai seorang filosof, dan tidak berpretensi untuk mentjpta sesuatu, apalagi sesuatu adjaran. Tapi saja ingin menjumbangkan uraian mengenai masalah essensialia jang terkandung didalam Marhaenisme, demikian dikatakan.

Lebih landjut Sunawar mengatakan bahwa sebagaimana selalu dikemukakannja pada pelbagai kesempatan termasuk kepada pers bahwa Marhaenisme menudju kepada masjarakat Sosialis, jaitu Sosialisme Pantjasila jang berdasarkan kepribadian bangsa Indonesia, jang melenjapkan ‘gap’ antara si kaja dan si Marhaen.

Saudara dapat melihat, demikian Sunawar bahwa strategi idiilnja Marhaenisme al. terkandung didalam bait Mars Marhaen jang berbunji: ‘anti kemiskinan’.

Dan banjak orang masih beranggapan bahwa seolah2 Sosialisme adalah monopoli dati marxisme. Orang lupa, bahwa didalam Marhaenisme sudah terkandung prinsip2 Sosialisme jang didasarkan kepada kepribadian Bangsa Indonesia.

Bahkan di Eropa sendiri, dimana marxisme dilahirkan, sudah berkembang suatu aliran Sosialisme jang meninggalkan Marxisme, sebagaimana dipelopori oleh Partainja Willy Brandt.

Djadi ada kesamaan dalam meninggalkan Marxisme, demikian Sunawar dan menegaskan ‘dan itulah jang saja kemukakan kepada SH pada waktu itu dan ternjata pemberitaan SH tsb diputar – balikkan oleh koran lain tertentu.’

Berkenaan dengan konsepsi2 didalam PNI. Sunawar katakan bahwa djangan orang2 berfikir bahwa jang bisa memberi konsepsi hanjalah dia2 sadja. Sebab dalam Marhaenisme itu djustru mengakui adanja kelemahan2 dan kekuatan2 didalam tiap2 pribadi manusia.

Atas pertanjaan2 berikutnja Prof. Sunawar mengatakan ‘sudahlah, djangan tanja masalah itu, ik heb geen tijddervoor untuk menanggapi soal2 itu, karena banjak masalah jang lebih penting jang perlu dipikirkan’.

Namun Ketua II DPP-PNI Prof. Sunawaar mengakui bahwa memang sekarang ini tampak dari golongan frustasi untuk aanhitsen terhadap pemimpin2 PNI jang sah sekarang ini. (DTS)

Sumber: SUARA MERDEKA (26/03/1971)

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku II (1968-1971), Jakarta: Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 671-673.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.