GOLKAR TANPA SEKBER

Struktur Baru Diresmikan

GOLKAR TANPA SEKBER

. Ketua Umum DPP Tetap Sokowati [1]

 

Djakarta, Sinar Harapan

Struktur Organisasi dan personalia Golkar Pusat jang baru telah diresmikan berdasarkan surat keputusan Ketua Umum Sekber Golkar No 101/VII/Golongan Karya/1971 Dalam struktur organisasi Golkar Pusat jang baru itu peranan Kino2 dan ormas2 di dalamnja hanja sekedar membina administratif teknis, sedangkan operasionil ormas2 tsb dikendalikan dalam koordinasi sesuai dengan bidang2nja oleh sekretaris2 dewan pimpinan.

Dalam struktur bam itu tidak lagi disebut “Sekber Golkar” tapi “Golongan Karya”. Demikian djuga istilah Kino2 tidak dipergunakan lagi.

Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Golkar tetap Soeprapto Sukowati dengan Ketua Amir Murtono SH (Assisten Pembinaan Sosial Politik dan Hankam) dengan anggota Dewan Pimpinan Pusat Amir Murtono SH, Martono Maskus Soepato SH, Drs. Sumiskun, Cosmas Batubara dan David Napitupulu, Sekretaris Djenderal; Sapardjo, Wakil2 Sekdjen; Drs Moerdopo, Rahardjo dan Jusuf Wanandi SH.

Sekretaris bidang Pegawai Negeri dan Tenaga Kerdja: Sukiat, Sekretaris bidang Budaja dan Spirituil: Pitut Soeharto, Sekretaris bidang Ekonomi dan Produksi: Utojo Usman SH, Sekretaris bidang Hankam: Sutjipto SH dan Sekretaris bidang Pemuda Tjendikiawan dan Wanita : Dr. Midian Sirait.

Dewan Pimpinan Pusat dampingi oleh Dewan Pembina jang terdiri dari 17 orang. Dewan pembina ini merupakan dewan penasehat jang memberi Guidence policy terdiri dari Sri Sultan Hamengkubuwono, Adam Malik, Prof Thojib Hadiwidjaja, Prof Widjojo Nitisastro, Mashuri SH, Drs Radius Prawiro, Prof Siwabessy, M Panggabean, Sumitro (Letdjen TNI), Darjatmo, Amir Machmud, Ali Moertopo, Dr. Isman, Drs Suhardiman dan H Soegandhi.

Dikatakan, Musjawarah Nasional Golongan Karya merupakan lembaga tertinggi dari pada Golkar.

Sekdjen Golkar Saparjo jg memberikan keterangannja kepada pres Selasa kemarin mengatakan bahwa Struktur Organisasi Golkar Pusat serta susunan Personalia Pimpinannja berlaku sampai dengan musjawarah Nasional Golkar jang akan diselenggarakan sebelum sidang Umum MPR jad.

Dalam surat keputusan bersama dikatakan Pimpinan Golongan Karya Daerah (tingkat I dan II)masih tetap menunggu keputusan lebih landjut.

Konsultasi dgn Presiden Hasil konsolidasi baik strukturil maupun personil diatas, akan dipertanggung-djawabkan dalam Munas Golkar jad, dan dikatakan hasil konsolidasi ini telah lebih dulu berkonsultasi dengan Presiden/Mandataris MPRS dan saran2 Presiden sangat mempengaruhi.

Pengendalian taktis operasionil dalam mendukung dan melaksanakan program “akselerasi” modemisasi 25 thn menggunakan Badan2 Kordinasi jang telah disesuaikan dengan fungsionalisasi masing2.

Disebutkan pula ormas2 fungsionil dan professi jang telah terhimpun dalam Golkar tetap mendjadi anggota Golkar. (DTS)

Sumber: SINAR HARAPAN (21/07/1971)

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku II (1968-1971), Jakarta: Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 753-754.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.