GOLKAR TAK PERNAH KETINGGALAN BERI ANDIL

GOLKAR TAK PERNAH KETINGGALAN BERI ANDIL

Wakil Ketua Umum DPP Golkar H. Soegandhi mengatakan, dengan semangat perjuangan Golongan Karya sejak lahirnya 17 tahun lalu sampai saat ini maka pembangunan di segala bidang dapat dilaksanakan mulai di tingkat pusat sampai ke pelosok desa.

Usaha pembangunan yang digalakkan di bawah pemerintahan Orde Baru dipimpin, oleh Presiden Soeharto itu tidak lain bertujuan untuk lebih mempercepat proses pemerataan tingkat kesejahteraan masyarakat di kota2 besar maupun di desa2, seperti apa yang dirasakan sekarang ini. Menurut H. Soegandhi, di masa pemerintahan Orde Lama inflasi sangat menekan pertumbuhan ekonomi bangsa, yang dapat diatasi sedikit demi sedikit melalui pertumbuhan ekonomi yang semakin merata dan mantap di zaman Orde Baru dewasa ini.

Usaha lain yang cukup mendapat perhatian serius pemerintah saat ini adalah masalah peningkatan pangan yang diusahakan dalam berbagai cara, begitu pula pembangunan lainnya.

Dalam kesemuanya itu Golongan Karya tidak pemah ketinggalan memberikan andilnya yang besar, kata Wakil Ketua umum DPP Golkar H. Soegandhi, pada peringatan Hari Ulang Tahun ke 17 Golkar daerah tingkat I Sulsel di gedung olahraga Mattoangin Ujungpandang, Senin malam.

HUT Golkar bertemakan, "Dengan semangat persatuan dan tekad perjuangan mewujudkan pembangunan yang berkeadilan sosial, kita sukseskan Pemilu 1982," dihadiri para panglima daerah, Kadapol XIV Sulselra, Gubernur Sulsel, Walikota Ujungpandang serta keluarga besar Golkar.

Pada upacara peringatan HUT Golkar tersebut dibacakan ikrar Golongan Karya oleh Ketua DPD Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI) daerah tingkat II Kotamadya Ujungpandang A. Altin Noor.

Kemudian menyusul pembacaan kebulatan tekad keluarga besar Golongan Karya tingkat I Sulsel dibacakan ketua DPD tingkat I Golkar H.M. Arsyad. B yang memohon kepada MPR hasil Pemilu 1982 melalui DPP Golkar, agar dal.am Sidang Umum MPR-RI 1983 mengangkat Jenderal Purnawirawan Soeharto sebagai Bapak Pembangunan.

Selain itu juga memohon kepada MPR melalui DPP Golkar pula agar dalam Sidang Umum MPR-RI 1983 mencaloukan dan mengangkat kembali Jenderal Purnawirawan Soeharto sebagai Presiden RI untuk masa jabatan 1983/1988.

(DTS)

Ujungpandang, Antara

Sumber: ANTARA (28/10/1981)

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku "Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita", Buku VI (1981-1982), Jakarta: Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 221-222.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.