GOLKAR GEMBIRA PERTEMUAN PARPOL2, TAPI SANKSI BERHASIL

GOLKAR GEMBIRA PERTEMUAN PARPOL2, TAPI SANKSI BERHASIL [1]

 

Djakarta, IPMI

Seorang pembina Sekber Golkar Pusat menjatakan kegembiraannja atas pertemuan 8 parpol Selasa malam meskipun Golkar tidak diundang dalam pertemuan tsb.

“Sekurang2nja, kami telah dapat mengarahkan agar kita tidak lagi berbitjara soal ideologi”, kata tokoh tsb, seorang sardjana hukum jang dikenal sebagai “otak” Golkar. Kegembiraan itu dihubungkannja dgn kesan umum dari pertemuan bagi pentingnja didjamin pemilu jang bebas, rahasia dan demokratis.

“Itu sudah ditentukan undang2 dan Golkar djuga menuntut hal jang demikian”, katanja di Kantor Badan Pengendali Pemilu Golkar, Djakarta.

Apakah mungkin parpol2 mentjapai program bersama dalam pertemuan? Ia mendjawab “Itu jang kami harapkan hingga dengan demikian akan terdjadi adu program sementara Golkar dan golongan politik, Tapi kalau dilihat konsielasi politik, ketjil sekali kemungkinannja Pada satu parpol sadja ada dua atau tiga kelompok. Apalagi antara semua parpol, satu2nja platform bersama mereka jang rapuh adalah sikap anti Golkarnja”.

Ia menjangsikan dapatnja disusun program bersama karena sampai sekarang parpol2 tidak mempunjai program jang djelas untuk pemilu.

“Golkar sudah memilikinja” katanja. ia mengingatkan perlunja parpol2 merombak struktumja hal mana tidak tertjapai dalam pertemuan. Hasil pertemuan parpol2 dikesankan sebagai berseru kepada Presiden bagi dilaksanakannja pemilu jg demokratis dan mengeluh karena adanja offensif dari golkar. “Djangan salahkan kita kalau massa parpol masuk Golkar”, kata tokoh tsb.

Tidak Mengerti

Tanggapan lainnja mengenai pertemuan parpol datang dari Sekdjen KINO Gakari Sekber Golkar, Lumondong. Dikantornja di Pedjambon, Lumondong berkata: “Kami tidak mengerti mengapa parpol2 ketjewa terhadap Golkar. Tidak ada alasan untuk ketjewa, sebab tindakan2 Golkar jang mereka anggap offensif sebenarnja hanjalah konsolidasi organisasi sadja. Parpol2 djuga melakukan konsolidasi.

Tentang kechawatiran adanja “penekanan” dalam pemilu jad, Lumondong menjatakan kejakinannja bahwa pemilu akan berdjalan setjara bebas, rahasia dan demokratis, Karni djuga tidak menghendaki pemaksaan mabas” katanja.

Menanggapi pertemuan parpol2 jang tidak mengikutsertakan Golkar, Lumondong mengatakan “Wadjar menurut parpol2 untuk tidak mengundang Golkar. Pertemuan itu sendiri saja anggap kemadjuan untuk melitjinkan djalannja pemilu”. Lumondong jang sudah berambut putih itu tjenderung menamakan issue2 “penekanan oleh Golkar” sebagai taktik dan move parpol2 tsb. menghadapi pemilu. Ia djuga menekankan pentingnja perombakan struktur politik jang sulit dilakukan parpol2 “Dua hal jang abadi didunia adalah Tuhan dan perobahan termasuk tjatur politik dan organisasi parpol, kata Lumondong. (DTS)

Sumber: SINAR HARAPAN (25/03/1971)

 

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku II (1968-1971), Jakarta: Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 668-669.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.