GOLKAR DESAK GUBERNUR DKI CABUT IZIN USAHA TIJA

GOLKAR DESAK GUBERNUR DKI CABUT IZIN USAHA TIJA[1]

 

Jakarta, Antara

Ketua Departemen Seni Budaya DPP Golkar Ais Anantama Said mendesak Gubernur DKI Jakarta untuk menindak tegas dan mencabut segala izin usaha Taman Impian Jaya Ancol (TIJA), sekaligus menyeret pengelolanya ke pengadilan.

“Pasalnya, meskipun sudah mendapat sorotan dan teguran dan berkali-kali dilakukan operasi penertiban oleh pihak aparat keamanan, tempat rekreasi itu tetap saja marak dengan kegiatan prostitusi dan ajang para pengguna obat terlarang, atau ekstasi.”  Kata Ais kepada pers di Jakarta, Selasa.

“Ini sudah kelewatan dan meremehkan kewibawaan aparat hukum serta para perangkatnya.” tegas Ais.

Putra Ali Said itu menyatakan, pengelola TIJA secara sadar hanya berpikir untuk kepentingan materi belaka, demi mengeruk keuntungan sebesar-besarnya tanpa mempedulikan dampak yang bisa ditimbulkan.

Menurut dia, media massa akhir-akhir ini gencar memberitakan maraknya acara “tripping” di kawasan Utara Jakarta itu, namun pengelola TIJA terkesan tidak mau tahu. Kejengkelan masyarakat makin menjadi-jadi karena kawasan rekreasi yang terkenal tempat prostitusi terselubung itu makin banyak dikunjungi anak muda untuk menunaikan ibadah puasa di bulan Ramadhan.

Karena itu Ais menegaskan, Gubernur DKI harus bertindak tegas dan tidak pilih kasih dalam menegakkan hukum dan peraturan yang berlaku.

“Jika kita memiliki akal dan kepekaan yang sehat, tentu bisa mengambil langkah­ langkah strategis ketika melihat TIJA justru mulai dipadati pengunjung pada waktu yang tidak wajar (malam dan dinihari). Ini merupakan kesalahan fatal pihak pengelola.” tegasnya.

Beberapa waktu lalu, kata Ais, Operasi Pekat telah menjaring beberapa bandar dan pemakai pil asal Belanda itu. Tidak kurang Presiden Soeharto juga mengomentari dan prihatin atas perongrongan nilai-nilai yang tidak sesuai dengan budaya Indonesia itu.

Kader Golkar itu menilai, kejadian belakangan itu jelas bisa mengganggu stabilitas bangsa.

“Maka itu, kalau pengelola TIJA terbukti main api, seret saja dia ke pengadilan.” tegasnya.

Dia juga mengingatkan, Ancol bukan saja aset DKI Jakarta, tetapi juga aset dan kebanggaan bangsa Indonesia.

14 :55/B/DN06/21/01197 19:15/RU3)

Sumber: Antara (21/01/1997)

____________________________________________________________________________________________

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita.” Buku XIX (1997), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal 477.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.