GOLKAR ADALAH MILIK SEMUA RAKYAT INDONESIA

GOLKAR ADALAH MILIK SEMUA RAKYAT INDONESIA

Ketua DPP Golkar Sukardi menegaskan, Golongan Karya yang merupakan salah satu kekuatan sosial politik yang bersifat terbuka, adalah milik semua rakyat Indonesia, tidak mengenal keturunan ataupun agarna, bertujuan membangun bangsa dan negara mencapai cita2 masyarakat adil dan makmur berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.

Demikian dikemukakannya dalarn sambutan pada peringatan HUT Golkar ke 17 tingkat Propinsi Kalimantan Tengah, tanggal 20 Oktober yang diperingati terpusat di Sampit, ibu kota Kabupaten Kotawaringin Timur.

Menurut Sukardi, regenerasi memang tidak mungkin dihindarkan, namun hal ini harus disadari oleh generasi tua serta kaum generasi muda.

Oleh karena itu, generasi muda harus benar2 mempersiapkan diri agar regenerasi tersebut dapat beralan lancar dalam rangka meneruskan cita2 perjuangan bangsa.

Bapak Pembangunan Nasional

Menurut Sukardi, diusulkannya Jenderal Purnawirawan Soeharto sebagai Bapak Pembangunan Nasional adalah tepat dan wajar.

Ini bukan merupakan kultus individu terutarua dari Golongan Karya. Karena dari seluruh pelosok Indonesia, tidak saja dari Golkar tetapi juga dari kekuatan sosial politik lainnya, banyak yang telah mengeluarkan pernyataan yang sama yakni mengusulkan kepada MPR-RI hasil Pemilu 1982 agar memberikan gelar Bapak Pembangunan Nasional kepada Jenderal Purnawirawan yang dilaksanakan oleh pemerintah Orde Baru di bawah pirnpinan Presiden Soeharto, Mandataris MPR telah berhasil dan dapat dimanfaatkan oleh seluruh rakyat Indonesia.

Menyinggung pelaksanaan Pemilu 1982 mendatang, ia berharap kepada rakyat Indonesia seluruhnya termasuk yang berada di Kalimantan Tengah supaya betul2 menggunakan hak pilihannya dengan sebaik-baiknya.

Pernyataan Golkar Kalteng

Dalam peringatan HUT Golkar ke-17 itu yang dihadiri seluruh Dewan Pertimbangan Daerah dan Pimpinan Golkar se-Kalteng, Kadapol XII/Kalsel-Kalteng, Kasdam-Xl Lambung Mangkurat, Ketua DPRD Tingkat I dan II anggota DPR-MPR-RI Tjilik Riwut dan Sihong Dulien dan diikuti lebih kurang 25 ribu massa Golkar serta warga AMPI se-Kotim; Ketua DPP Golkar Sukardi selaku Inspektur Upacara pernyataan kebulatan tekad Golongan Karya Kalimantan Tengah.

Pernyataan tersebut dibacakan oleh Ketua DPD Golkar tingkat I Kalteng Haji Darlan A.M. Atjeh mengusulkan kepada MPR-RI hasil Pemilu 1982 agar memberikan gelar Bapak Pembangunan Nasional kepada Jenderal Purnawirawan Soeharto dan memilih serta diangkatnya kembali sebagai Presiden Republik Indonesia untuk masa jabatan tahun 1983-1988. (DTS)

Palangka Raya, Antara

Sumber: ANTARA (27/10/1981)

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku "Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita", Buku VI (1981-1982), Jakarta: Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 217-218.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.