GLADI BERSIH DIWARNAI HUJAN RINTIK-RINTIK

GLADI BERSIH DIWARNAI HUJAN RINTIK-RINTIK[1]

 

 

Jakarta, Antara

Acara gladi bersih pembukaan SEA Games XIX diwarnai dengan hujan rintik­-rintik, namun demikian tidak sangat mengganggu karena acara berjalan sesuai dengan yang direncanakan, bahkan ada kelebihan waktu selama sepuluh menit.

Gladi bersih di Stadion Utama Senayan Jakarta, Rabu sore itu, disaksikan Ketua Umum OC SEA Games XIX Wismoyo Arismunandar, Wakil Ketua OC Arie Soedewo, Sekjen Rudolf S. Warouw serta Ketua Bidang Upacara Putra Astaman.

Hujan selama satu jam lebih pada saat gladi bersih berlangsung itu, meskipun hanya gerimis, sangat menarik perhatian, karena itulah hujan pertama di Jakarta pada musim kemarau saat ini.

Tepat pukul 17 .00 WIB acara dimulai dengan memperdengarkan musik Korps ABRI untuk menyambut tamu-tamu yang mulai berdatangan. Dilanjutkan dengan Marching Band yang menampilkan gerak dan lagu secara terpadu.

Upacara yang dipandu Reza Pavlawan dan Ines Sukandar itu dilanjutkan dengan demonstrasi terjun payung oleh 40 penerjun yang mendarat tepat di tengah Stadion Utama Senayan.

Acara gladi bersih pembukaan SEA Games XIX yang berlangsung sesuai dengan waktu yang sebenarnya itu juga diwarnai dengan aksi konfigurasi dari 8.000 pelajar SMU DKI Jakarta.

Para penerjun membawa bendera SEA Games, 10 bendera negara peserta dan bendera maskot SEA Games XIX. Usai demonstarsi terjun payung dilanjutkan dengan gelar drum band AKABRI yang memperdengarkan beberapa lagu dan berbagai variasi barisan.

Atraksi kemudian beralih kepada penampilan paduan suara Gita Nusa pimpinan Ny. Isti Soedibyo yang menyanyikan beberapa lagu, antara lain Ole-ole Bandung, Mana Di mana, Burung Kakak Tua dan diakhiri dengan lagu Nona Ana.

Setelah atraksi itu, dijadwalkan Presiden Soeharto dan Wakil Presiden beserta Ny. Try Sutrisno memasuki Stadion Utama Senayan. Namun sebelum Presiden dan Wapres memasuki stadion, semua yang hadir akan diminta berdiri dan bersama-sama menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia, Indonesia Raya. Pasca acara gladi bersih itu, Presiden selaku pembina upacara diperagakan oleh Subardi Suar dari KONI Pusat.

 

Defile Peserta

Acara kemudian dilanjutkan penampilan drum band AKABRI, diikuti barisan pembawa bendera SEA Games yang berjumlah 100 orang dari anggota Korps Wanita ABRI, disusul barisan 100 orang pembawa bendera negara peserta.

Setelah itu baru defile negara peserta SEA Games XIX, diawali oleh kontingen Brunei Darusalam, kemudian berturut-turut Kamboja, Laos, Malaysia, Myanmar, Filipina, Singapura, Thailand, Vietnam dan terakhir tuan rumah Indonesia.

Selama defile berjalan, paduan suara Gita Nusa mengumandangkan lagu dari negara-negara peserta, diikuti dengan konfigurasi bendera masing-masing negara peserta. Hal yang menarik pada konfigurasi adalah ucapan selamat datang dengan menggunakan bahasa negara peserta antara lain dalam bahasa Kamboja, Laos, Malaysia, Myanmar, Filipina dan Thailand.

Menyusul di belakang defile adalah barisan wasit serta pembaca janji wasit dan janji atlet (oleh atlet judo, Aprila Marzuki). Usai acara defile, Ketua Umum OC SEA Games XIX memberikan laporan kepada Komandan Upacara bahwa acara siap dimulai.

Subardi Suar yang bertindak sebagai Presiden menekan sirene dan mengatakan,

“Dengan mengucapkan Bismillaahhirrahmannirrohim, pada tanggal 11 Oktober 1997 pukul 19.55, pekan olahraga bangsa-bangsa Asia Tenggara ke-19 1997 di Jakarta secara resmi saya nyatakan dibuka.”

Kembang Api

Sementara itu konfigurasi di sisi timur stadion menampilkan foto Presiden Soeharto. Ketika Presiden menekan sirine, sebuah replika bola berdiameter 10 meter yang berada di sisi utara stadion kemudian merekah, sementara kembang api memancarkan sinar kemilau dengan indahnya.

Bahkan tembakan meriam dengan peluru lampu kemudian diperdengarkan, demikian juga ratusan balon mulai mengangkasa. Acara dilanjutkan dengan pengibaran bendera SEA Games yang dibawa oleh delapan mantan atlet senior, antara lain Ferawaty Fajrin, Ferry Pantau dan Christian Hadinata.

Kemudian paduan suara Gita Nusa menyanyikan lagu “One Moment In Time”­ nya Witney Houston dan ketika bendera dinaikkan, paduan suara menyanyikan lagu Hymne SEA Games. Usai penaikan bendera, mantan atlet bulu tangkis Ferry Sounoville membawa lari api SEA Games XIX mengelilingi Stadion Utama dan selanjutnya disulut di karbon, diiringi lagu “Ikut Dia” yang dinyannyikan oleh Gito Rolies.

Upacara gladi bersih dengan mengunakan tata cahaya yang sangat bagus serta pengeras suara yang sangat bersih itu dilanjutkan dengan lagu “Spirit of SEA Games XIX” yang dinyanyikan oleh Ruth Sahanaya di atas panggung yang ada di dalam replika bola yang merekah.

Acara kemudian dilanjutkan dengan atraksi Gebyar Nusantara yang dimpimpin langsung oleh TB Silalahi dengan menampilkan tari-tarian dari seluruh Nusantara, di antaranya dari daerah Sulut, Maluku, Bali, Sulsel dan daerah lainnya. Acara kemudian berakhir dengan atraksi kembang api.

Penangungjawab acara pembukaan M. Mansyur CH mengatakan bahwa acara gladi bersih berjalan sesuai dengan rencana, namun lebih cepat 10 menit dari seluruh waku yang direncanakan.

“Terus terang, penampilan secara keseluruhan belum maksimal karena busana yang dipakai peserta gladi bersih belum sempurna, khususnya pasca acara Gebyar Nusantara, karena busananya belum selesai,” ujarnya.

“Jika dianggap perlu, kami akan mengulang kembali gladi bersih pasca hari Jumat (10/10),” tambah Mansyur.

Menurut Mansyur, pasca acara pembukaan SEA Games XIX itu dilibatkan lebih dari 13.700 orang, yang terdiri atas mahasiswa, pelajar serta organisasi masyarakat dan ABRI.

(T/OK07/0K08/  8/10/97 21:21/EU03)

Sumber: ANTARA (21/10/1997)

________________________________________________________________________________________

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita.” Buku XIX (1997), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal 607-610.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.