GINANDJAR BELUM BISA MENGALOKASIKAN DANA

GINANDJAR BELUM BISA MENGALOKASIKAN DANA[1]

 

 

Jakarta, Kompas

Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/Ketua Bappenas Ginandjar Kartasasmita belum bisa menyebutkan alokasi dana untuk menangani dampak gejolak moneter dan kekeringan di daerah pedesaan dan beberapa wilayah perkotaan, serta masalah pangan di Irian Jaya untuk Desember 1997 sampai 1998 mendatang.

Masalah jumlah dana untuk program tersebut berkali-kali dipertanyakan wartawan kepada Ginandjar setelah diterima Presiden Soeharto di Jalan Cendana, Jakarta, Rabu (17/12). Ginandjar kemarin melaporkan tindak lanjut upaya menangani dampak gejolak moneter dan kekeringan serta masalah pangan di Irian Jaya. Program tersebut akan dilaksanakan sesuai dengan petunjuk Presiden yang disampaikan Ginandjar hari Kamis (11/12) pekan lalu di Jalan Cendana, Jakarta.

Menjawab pertanyaan tentang berapa jumlah dana untuk program tersebut, Ginandjar mengatakan hal tersebut baru saja dilaporkan kepada Presiden, sementara jumlah dananya masih perlu dihitung oleh Departemen Tenaga Kerja yang merupakan mata lembing dalam program ini karena menyangkut padat karya.

“Dananya masih kita upayakan, tapi kita kan belum tahu programnya, baru disusun. Kalau programnya sudah masuk, berapa jumlah tenaga kerjanya dan berapa lama mereka harus bekerja maka dananya diupayakan. Pokoknya, bukan dari Jamsosteklah.” ujar Ginandjar.

Dikatakan tim yang akan menangani program ini adalah Departemen Tenaga Kerja, Pemerintah Daerah terkait, Departemen Pekerjaan Umum, Departemen Transmigrasi dan Pemukiman Perambah Rutan dan Departemen Pertanian.

Menurut Ginandjar, dalam program tersebut akan diupayakan mengatasi masalah tenaga kerja kasar/harian yang tidak memiliki keterampilan khusus dan yang masih tinggal di daerah perkotaan, antara lain, di Jakarta. Mereka ini perlu mendapat bantuan karena bila sehari tidak bekerja mereka tidak mendapatkan penghasilan.

Dikatakan sebagian dari para tenaga kerja harian yang berada di kota tersebut saat ini sudah kembali ke daerah karena tibanya musim hujan, yakni musim untuk mengolah tanah atau lahan pertanian. Mereka yang masih tinggal di kota yang akan menjadi sasaran program tersebut. Mereka akan dilibatkan dalam program padat karya, seperti memperbaiki parit dan bantaran sungai untuk mengatasi banjir.

Program ini juga akan dilaksanakan di pedesaan untuk mencegah atau menunda kembalinya tenaga kerja tanpa keterampilan itu ke kota setelah musim olah tanah dan tanam selesai. Mereka ini, kata Ginandjar, bisa dilibatkan dalam program padat karya seperti membuat sistem irigrasi, jalan desa, sumber air dan seterusnya.

Mengenai bantuan ke Irian Jaya, Ginandjar mengatakan selain akan diberi bantuan untuk mengatasi masalah pangan jangka pendek juga akan diusahakan bantuan ketahanan pangan jangka panjang, misalnya pengiriman bibit tanaman serta diberi petunjuk cara-cara budidaya tanaman yang baik dan benar oleh Departemen Pertanian.

Menurut Ginandjar, program ini ditujukan untuk masyarakat di lapisan paling bawah yang dinilai mendesak untuk mendapat bantuan. Masih menjawab pertanyaan Ginandjar mengatakan keadaan sekarang memang menghadapi krisis double, gejolak moneter dan kekeringan. (oscl/rie)

Sumber: KOMPAS (18/12/1997)

__________________________________________________________________________________________________

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita.” Buku XIX (1997), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal 464-465.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.