GEJOLAK PASAR MEREDA, DOLAR AS CENDERUNG STABIL

GEJOLAK PASAR MEREDA, DOLAR AS CENDERUNG STABIL[1]

 

Jakarta, Antara

Gejolak di pasar uang “spot” antar-bank Jakarta Selasa yang mulai mereda mengakibatkan dolar AS cenderung stabil terhadap rupiah.

“Namun demikian para pelaku pasar cenderung menahan posisi (wait and see – red) sehingga pergerakan dolar/rupiah berada dalam kisaran sempit. Dolar AS sampai dengan pukul 14:30 WIB berada pada Rp 2.338,25/Rp 2.339 atau hanya menguat satu poin dibanding Senin.” kata seorang dealer dari bank swasta asing di Jakarta.

Menurut dia, situasi pasar yang berangsur pulih mempengaruhi pergerakan dolar/rupiah yang hanya terjadi pada waktu-waktu tertentu dan spekulasi pasar yang semakin berkurang.

Kendati para pelaku pasar masih menanti perkembangan berita mengenai “medical check-up” yang dijalani Presiden Soeharto di Jerman, namun mereka (terutama para pelaku pasar asing) cenderung mempertahankan dolar AS.

Dealer salah satu bank pemerintah mengatakan bahwa aksi beli dolar AS masih dilakukan pelaku pasar terutama Singapura, sehingga mata uang AS tersebut agak menguat meskipun bergerak dalam kisaran Rp 2.338,25/Rp 2.340,25 yang berarti agak menyempit dibanding Senin.

“Sementara itu, para pelaku pasar lokal sempat melakukan penjualan dolar AS pada sesi awal karena likuiditas rupiah yang agak ketat dengan tingkat suku bunga “overmite inter-bank call money” pada 15-16 persen.” katanya.

Namun, menjelang siang likuiditas rupiah agak melonggar dimana tingkat suku bunga “overmite inter-bank call money” turun 3,50 persen menjadi 11,50- 12 persen sehingga penurunan dolar AS tertahan.

Usaha untuk mengembalikan dolar ke posisi Rp 2.327 (Kamis, 4/7) diperkirakan akan mengalami kesulitan karena para pelaku pasar masih cenderung untuk mempertahankan dolar AS sampai diketahui kepastian mengenai perkembangan kesehatan Presiden Soeharto.

Bank Indonesia, Selasa melakukan injeksi dana ke pasar sebesar Rp 241 miliar yang dilakukan dengan mengkontraksi dana dari perbankan melalui lelang SBI sebesar Rp 360 miliar dan dana yang terserap perbankan melalui lelang SBPU sebesar Rp 99,00 miliar, sedangkan dana yang diselesaikan melaui SBI harian sebesar Rp 20 miliar.

Dolar AS di pasar uang Singapura Selasa hanya menguat tipis terhadap rupiah. “The greenback” diperdagangkan pada Rp 2.338,75 atau naik 65 sen dibanding posisi Senin pada Rp 2.338,10.

Kurs konversi Bank Indonesia, Selasa,pukul 15:00 WIB tetap pada Rp 2.323 (beli) dan Rp 2.369 Qual). Kurs intervensi juga tidak berubah pada Rp 2.323 untuk batas bawah dan Rp 2.441 untuk batas atas.

Berikut pergerakan perdagangan dolar terhadap rupiah di pasar uang “spot” antar-bank Jakarta selama dua hari terakhir adalah sebagai berikut :

 

Posisi Kurs Senin Selasa
Tertinggi Rp2.340,00 Rp2.340,25
Terendah Rp2.336,00 Rp2.338,25
Terakhir Rp 2.337,25 Rp2.338,25

 

Sumber : ANTARA (09/07/1996)

____________________________________________________________

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku XVIII (1996), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal 347-348.

 

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.