GAPPERDA ACEH USULKAN PAK HARTO BAPAK PEMBANGUNAN

GAPPERDA ACEH USULKAN PAK HARTO BAPAK PEMBANGUNAN

Gabungan Pengusaha Perkebunan Daerah (GAPPERDA) Daerah Istimewa Aceh, menyatakan kebulatan tekadnya yang mengusulkan agar Presiden Soeharto diangkat menjadi "Bapak Pembangunan".

Selain itu, memohon kesediaan dan keikhlasan Presiden Soeharto untuk dipilih kembali menjadi Presiden Republik Indonesia, dan mengusulkan kepada MPR hasil Pemilu 1982, agar Soeharto dipilih kembali menjadi Presiden Republik Indonesia.

Pernyataan kebulatan tekad tersebut, sebelum diserahkan kepada Gubernur dan Ketua DPRD Daerah Istimewa Aceh, dibacakan oleh Ketua I Gapperda Aceh,

M. Amin Abbas, pada upacara penutupan pengusaha perkebunan besar se-Daerah Istimewa Aceh, Jumat malam, di Hotel Ika Daroy, Banda Aceh. Pernyataan tersebut, ditanda tangani tujuh orang pengurus Gapperda Aceh masing-masing R. Soehadi sebagai ketua umum M. Amin Abbas Ketua I A.Gani Mutiara Ketua II, Ibrahim Pidie Sekretaris I, Zainuddin Andi Sekretaris II, dan H.M. Sofyan Bahrun dan H.M. Ramli Machmud sebagai Komisaris.

Adanya kebulatan tekad dari seluruh pengusaha perkebunan besar yang tergabung dalam Gapperda tersebut, menurut Amin Abbas, berdasarkan berbagai pertimbangan. Kebangkitan Orde Baru merupakan suatu koreksi total terhadap segala bentuk penyelewengan dalam pemerintahan Orde Lama, dan telah menyelamatkan bangsa dan negara Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945, dari malapetaka kehancuran.

Semuanya itu telah dirasakan oleh masyarakat, baik bidang pendidikan, keagamaan, sosial budaya dan perekonomian, khususnya dalam bidang perkebunan besar, yang tidak bisa dipisahkan dari kebijaksanaan dan kepemimpinan Soeharto sebagai Presiden Republik Indonesia/Mandataris MPR.

Pernyataan kebulatan tekad tersebut, malam itu diterima langsung oleh Sekwilda Aceh Mohd Ali atas nama Gubernur, dan Mohd. Amin, SH selaku, Ketua DPRD Tingkat I Daerah Istimewa Aceh untuk disampaikan kepada lembaga tertinggi negara di Jakarta. (DTS)

Banda Aceh, Suara Karya

Sumber: SUARA KARYA (07/10/1981)

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku "Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita", Buku VI (1981-1982), Jakarta: Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 164-165.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.