GAJI PEJABAT JAWA TENGAH AKAN DIPOTONG

GAJI PEJABAT JAWA TENGAH AKAN DIPOTONG[1]

 

Semarang, Bisnis

Gubernur Soewardi akan melakukan pemotongan gaji Bupati, Walikota dan pejabat Pemda di wilayahnya mulai Mei 1998, yang akan dimanfaatkan untuk membantu program pengentasan kemiskinan.

“Pemda Jawa Tengah kini tengah mempersiapkan blangko untuk keperluan pemotongan gaji para pejabat tersebut.” ujar Gubernur.

Pemotongan gaji, lanjutnya, dilakukan terhadap Walikota, Bupati dan pejabat eselon yang menerima tunjangan karena jabatannya.

Menurut Soewardi, blangko dan urusan administrasi yang lain perlu dipersiapkan secara matang, supaya pemotongan gaji itu dapat dilakukan secara bersamaan.

“Bagi mereka yang hanya menerima gaji dan tunjangan anak dan istri tidak dikenakan pemotongan, mengingat pendapatan pejabat bersangkutan itu tidak banyak memiliki kelebihan.”

Soewardi menegaskan pihaknya juga tengah meneliti cara membantu masyarakat, terutama untuk mereka yang hidup di bawah garis kemiskinan. Penyaluran dana yang dihimpun tersebut katanya juga masih dalam penelitian, sistem apa yang akan dilakukan agar pembagian dana tersebut tepat dan bermanfaat.

“Sampai saat ini Pemda tengah merinci siapa saja yang bakal terkena pemotongan gaji tersebut dan jumlahnya belum dapat diketahui.”

Dia mengatakan kebijakan tersebut merupakan tindak lanjut dari instruksi Presiden Soeharto, ketika memimpin sidang pertama Kabinet Pembangunan VII beberapa waktu lalu.

“Saat itu, Pak Harto memerintahkan agar setahun gaji Presiden, Wapres dan para Menteri disumbangkan kepada negara untuk membantu program mengentaskan penduduk miskin.”

Para Gubernur dan pejabat eselon I, kata Soewardi, juga dihimbau supaya mengikuti langkah tersebut, sehingga kebijakan Pemda Jawa Tengah itu adalah menindaklanjuti imbauan Presiden.

Korban Tanah Longsor

Mengenai musibah tanah longsor di Pongagan, Gunung Pati, Gubernur telah memerintahkan Walikota Semarang, Soetrisno Soeharto untuk mencarikan lahan pengganti. Bencana tanah longsor itu mengakibatkan 19 rumah roboh dan 34 rumah retak-retak.

“Saya sangat prihatin adanya bencana tersebut dan mengimbau warga untuk bersabar menunggu realisasi lokasi pengganti, karena saya telah meminta Walikota mencari lahan pengganti yang lebih aman.”

Gubernur dalam peninjauan lokasi tanah longsor akhir pekan lalu menyerahkan bantuan Rp.5 juta untuk perbaikan rumah warga yang terkena musibah bencana tersebut.

Menurut dia, Pemda Jawa Tengah juga akan mengupayakan dana yang lebih besar untuk perbaikan permukiman di Ponggan. Dia menambahkan masyarakat tidak perlu bersusah payah memperbaiki bangunan maupun jalan yang rusak, karena semua itu merupakan tanggungjawab Pemda.

Gubernur mengimbau baik Pemda maupun warga supaya tidak membangun rumah tembok di daerah yang tanahnya bergerak, karena jika sewaktu-waktu tanah tersebut bergerak, tentu akan membahayakan keselamatan penghuninya.

Secara terpisah, Kabag Sosial Pemda Kodya, Fatah Dahlan, mengatakan Pemda Semarang akan secepatnya mencari lahan pengganti, yang lebih aman dan stabil secepat mungkin.

“Lokasi tersebut diharapkan sudah bisa ditetapkan pada minggu depan dan lahan pengganti kemungkinan besar masih di kawasan Dusun Jatisari, yang akan memilih lokasi yang lebih stabil dan aman.”

Menurut dia, lokasi musibah itu merupakan bekas tanah urugan, yang belum sempat dipadatkan, namun sudah ditempati warga Pedagang Kaki Lima (PK) Krokosono Semarang, yang tanahnya terkena proyek pelebaran jalan.

Sumber : BISNIS INDONESIA (06/04/1998)

________________________________________________________________________________

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita.” Buku XX (1998), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal 902-904.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.