GAJI PEJABAT DIPOTONG MULAI MEI

GAJI PEJABAT DIPOTONG MULAI MEI[1]

 

Jakarta, Suara Karya

Mulai Mei 1998, seluruh pejabat eselon I dan II akan dipotong tunjangan jabatannya untuk disumbangkan ke program pengentasan penduduk dari kemiskinan, khususnya Program Penanggulangan Dampak Sosial Krisis Moneter (PPDSKM).

Mensos Ny. Siti Hardiyanti Rukmana mengemukakan hal itu kepada wartawan setelah Rakor Penanggulangan Bencana, di Jakarta, Jumat (17/4).

Dikatakan, pemotongan tunjangan jabatan tersebut seharusnya dilakukan secara serentak pada April lalu bersamaan dengan pemotongan gaji pokok para menteri dan Gubernur untuk PPDSKM. Namun, karena harus menunggu tata tertib sumbangan maka pemotongan sumbangan tunjangan jabatan eselon I dan II baru dapat dilaksanakan pada Mei mendatang.

“Sebelumnya kita juga masih menghitung-hitung kemampuan dari pegawai negeri. Untuk pejabat eselon I dan II, kita masih melihat dulu kemampuan mereka, apakah punya tunjangan jabatan atau tidak. Kalaupun dipotong apakah mempengaruhi ekonomi keluarga.” ujarnya.

Dalam rapat Kabinet Pembangunan VII yang pertama kali (17/3), pemerintah memutuskan bahwa seluruh gaji presiden, gaji pokok menteri dan Gubernur selama satu tahun disumbangkan untuk program pengentasan penduduk dari kemiskinan (taskin) mulai April 1998 lalu.

Mekanisme dan tata cara penghimpunan serta pemanfaatan dana itu diserahkan Presiden kepada Mensos Ny. Siti Hardiyanti Rukmana. Dana itu kemungkinan akan disimpan di rekening BRI. Dana itu akan dilaporkan tiap bulan dan tidak akan ditutup­tutupi, baik yang diterima maupun yang dikeluarkan.

Dana tersebut, menurut Mensos, antara lain untuk membantu warung-warung kecil seperti warung tegal (warteg). Dengan bantuan itu, warteg bisa menjual makanan bergizi dengan harga murah Rp.1.500. Dengan demikian, masyarakat dapat makan kenyang dan bergizi tiga kali sehari dalam masa sulit saat ini. (T-1)

Sumber : SUARA KARYA (15/04/1998)

_____________________________________________________________________

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita.” Buku XX (1998), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal 905-906.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.