GAGASAN DAN TANAH WAKAF IBU TIEN : ANTARA DUNIA IDE DAN DUNIA NYATA

GAGASAN DAN TANAH WAKAF IBU TIEN : ANTARA DUNIA IDE DAN DUNIA NYATA[1]

 

Jakarta, Media Indonesia

BERDIRINYA Bayt Al-Qur’an (BQ) dan Museum Istiqlal (MI) adalah berawal dari gagasan Ibu Tien Soeharto (kini almarhumah), yang pembangunannya dikelola oleh Departemen Agama.

Bangunan itu berada di kawasan Taman Mini Indonesia Indah (TMII), di atas tanah wakaf Ibu Tien Soeharto. Sedangkan bangunannya terdiri dari empat lantai yang seluruhnya seluas 20.402 m2.

Kedua museum merupakan dua dunia yang saling melengkapi, antara dunia ide dan dunia nyata, yakni di Bayt Al-Qur’an berisikan khazanah yang merupakan ide dasar atau sumber inspirasi atau pedoman hidup umat Islam, yakni mushaf Al-Qur’an dengan segala dimensinya. Disana ditempatkan antara lain Mushaf Istiqlal, Mushaf standar Departemen Agama, Mushaf Pesantren Bondowoso, dan Mushaf Sundawi. Selain itu, disediakan ruangan khusus untuk penampilan ilmu-ilmu Al-Qur’an melalui multi media elektronik, pengajaran baca dan tulis Al-Qur’an, pengembangan tilawatil Qur’an, perpustakaan serta heritage Qur’ani.

Sedangkan isi museum Istiqlal merupakan pengejawantahan dari mission atau pesan-pesan Al-Qur’an, yang merupakan karya seni budaya umat Islam dari zaman ke zaman, baik dari kalangan muslim di Indonesia maupun luar negeri, terutama Asia Timur. Materi yang hendak disajikan antara lain berupa materi seni tradisional, materi seni kontemporer seperti kaligrafi, seni lukis Islami, naskah-naskah Islam arsitektur, benda-benda tradisi dan heritage.

Proses pengisian kedua museum memakan waktu antara dua sampai tiga tahun. Panitia pengisian, yang dalam hal ini diangkat melalui Surat Keputusan Menteri Agama, bekerja siang malam untuk mengisi kedua museum tersebut. Menteri Agama Tarmizi Taher juga sangat mengharapkan partisipasi masyarakat Islam di seluruh Indonesia, untuk membantu pengisian tersebut, baik dalam bentuk pemberian hibah benda-benda seni, peminjaman, atau menginformasikan adanya kolektor-kolektor tertentu yang bisa diajak kerja sama.

Pada tahap awal pengisian kedua museum adalah dengan menempatkan khazanah yang ditampilkan pada Festival Istiqlal I dan II, ditambah lagi benda-benda lain yang berasal dari hibah atau sumbangan dari berbagai kolektor beberapa daerah. Khusus untuk bidang seni kontemporer tersaji hasil karya mutakhir para seniman muslim, baik seni kaligrafi, lukis atau seni tiga dimensi.

Penetapan BQ dan MI di Taman Mini Indonesia Indah, berarti melengkapi keberadaan TMII sebagai pusat pelestarian budaya nasional. Karena, salah satu ciri pada karakteristik masyarakat Indonesia adalah pada religiusitasnya. Maka BQ dan MI akan memberikan warna tersebut, sebagai cerminan dari budaya bangsa dimana sebagian besar penduduknya beragama Islam. Kita bangga, sebab Bayt Al-Qur’an dan Museum Istiqlal yang diresmikan Presiden Soeharto kemarin merupakan museum terbesar di dunia Islam.

Sumber : MEDIA INDONESIA (21/04/1997)

_________________________________________________________________________

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita.” Buku XIX (1997), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal 758-759.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.