FSPSI: USUT KEMBALI KASUS MARSINAH

FSPSI: USUT KEMBALI KASUS MARSINAH[1]

 

Jakarta, Antara

Federasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (FSPSI) mendesak aparat penegak hukum baik kepolisian maupun kejaksaan untuk mengusut kembali kasus kematian pekerja Marsinah.

Ketua FSPSI Marzuki Achmad di Jakarta, Selasa, mengatakan prihatin atas penyelesaian kasus kematian pekerja pabrik jam di Sidoarjo, Jawa Timur, itu.

“Sangat tragis, pekerja yang penyebab kematiannya sudah jelas, tetapi hingga saat Ini pelaku pembunuhnya belum jelas.” katanya. FSPSI berharap agar kasus ini segera diusut tuntas dan tidak dijadikan ‘dark number’ atau dilupakan.

Organisasi pekerja tersebut baru-baru ini mengirim surat kepada sejumlah pihak yang berwenang, termasuk Menaker RI untuk mempertanyakan kembali soal pengusutan kasus kematian Marsinah.

Marsinah adalah pekerja pabrik jam PT Catur Putra Surabaya (CPS), yang mati mengenaskan di pinggir hutan di Kabupaten Nganjuk tahun 1993, setelah melalui serangkaian penyiksaan.

Penerima Penghargaan Anugerah Hak Azazi Manusia ‘Yap Thiam Hien’ 1993 itu merupakan satu-satunya pengunjuk rasa yang berani menghadapi petugas keamanan ketika mempertanggungjawaban aksi unjuk rasa yang dipimpinnya pada 4-5 Mei 1993.

Hakim yang menangani kasus itu, setelah melalui sejumlah persidangan dan menyita perhatian masyarakat, membebaskan sejumlah terdakwa karena tidak terbukti melakukan pembunuhan dan adanya pengakuan terdakwa bahwa mereka menandatangani Berita Acara Pidana (BAP) di bawah tekanan.

“Saya tidak mau menilai siapa yang salah, siapa yang benar, tetapi FSPSI meminta kepada pihak berwenang untuk segera membuka kasus ini kembali.” katanya.

Ketika menjawab pertanyaan, Marzuki menyatakan organisasinya tidak akan membentuk tim pencari fakta untuk mencari temuan-temuan baru pada kasus ini.

“Kami mempercayakannya kepada pihak berwenang.” ujarnya.

Berkaitan dengan hari jadi pekerja yang jatuh 20 Februari nanti, FSPSI yang diwakilkan kepada SPSI Jawa Timur akan berziarah ke makam Marsinah.

Selain ziarah ke makam Marsinah, FSPSI akan menyelenggarakan serangkai kegiatan, diantaranya berziarah ke makam pahlawan, menyantuni anak yatim, panti jompo dan panti social lainnya.

Acara puncak HUT Pekerja itu akan ditutup dengan kegiatan syukuran di Sasono Langen Budoyo, TMll, pada 7 atau 10 April 1997.

Ketua Panitia HUT Hikayat Atika Karwa mengatakan, diharapkan Presiden Soeharto akan menghadiri acara tersebut. (T.PUOS”/PU02/18/02/97 16:09/RE3)

Sumber: ANTARA (18/02/1997)

__________________________________________________________________________________

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita.” Buku XIX (1997), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal 482-483.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.