FRAKSI-FRAKSI SAMPAIKAN PEMANDANGAN UMUM FKP DUKUNG PENANGGULANGAN KOLUSI, KORUPSI, NEPOTISME

FRAKSI-FRAKSI SAMPAIKAN PEMANDANGAN UMUM FKP DUKUNG PENANGGULANGAN KOLUSI, KORUPSI, NEPOTISME

 

 

Jakarta, Suara Pembaruan

Fraksi Karya Pembangunan (F-KP) MPR mendorong terciptanya aparatur negara yang terbuka dan peka terhadap tuntutan aspirasi masyarakat dan mendukung penanggulangan penyalahgunaan wewenang dalam bentuk kolusi, korupsi, nepotisme dan penyelewengan lain yang bisa merugikan dan merusak wibawa aparatur yang pada gilirannya merugikan dan menghambat pembangunan nasional.

Fraksi Karya Pembangunan juga menampung aspirasi untuk melakukan reformasi ekonomi guna menghapus monopoli sistem perdagangan. Hal ini harus didukung perundangan yang mampu menjamin persaingan yang sehat guna mencegah etatisme, monopoli, oligopoli, monoksoni yang merugikan perekonomian nasional.

Hal itu tertuang dalam pemandangan umum F-KP MPR yang disampaikan juru bicaranya, Nyonya Siti Hardiyanti Rukmana.

Pada rapat paripurna Selasa pagi yang menyampaikan pemandangan umum ada tiga fraksi, yang masing-masing mendapat alokasi waktu satu jam lima belas menit, yakni FKP, F-ABRI, dan F-PDI. Sedangkan dalam rapat lanjutan Selasa siang tampil Fraksi Persatuan Pembangunan dan Fraksi Utusan Daerah. Dikatakan, aparatur negara harus mampu menjadi teladan sehingga dipandang perlu dilakukan penertiban aparatur agar tidak terjadi penyelewengan dan penyalahgunaan wewenang.

“Hanya dengan cara demikian pemerintahan yang bersih dan berwibawa dapat ditegakkan,” ujar Ny. Siti Hardiyanti yang sering dipanggil Mbak Tutut.

Aparatur negara, tandasnya, harus lebih terbuka dan peka terhadap aspirasi masyarakat. Dengan demikian aparatur bisa menampung dan memahami tuntutan aspirasi yang berkembang di masyarakat.

Menyinggung tentang peran OPP dalam pelaksanaan pemilu, FKP memandang perlu lebih diaktifkan.

“FKP bisa menerima aspirasi PPP dan PDI untuk memberi peran lebih besar dalam pelaksanaan Pemilu,” ujarnya.

Peran OPP dalam pemilu perlu lebih banyak dilibatkan dalam proses perencanaan, pelaksanaan dan pengawasan dari tingkat pusat sampai desa dan kelurahan. Maksud pengikutsertaan OPP yang lebih aktif dalam pemilu dijelaskan, OPP ikut duduk dalam Pancasila, KPPS dan diberikannya catatan penghitungan suara kepada wakil OPP di KPPS. Perlunya penyempurnaan ini membuktikan ada niat baik untuk mendekatkan perbedaan yang selama ini terjadi.

Apa yang diungkapkan jubir fraksi ini merupakan komitmen fraksi itu ketika membahas GBHN, bahwa penjelasan tentang pemberian peran yang lebih aktif kepada OPP dari tingkat pusat sampai ke desa dituangkan dalam catatan yang diparaf kelima fraksi. FKP waktu itu berjanji akan menyampaikan komitmen catatan itu dalam pemandangan umum dan pendapat akhir pada Sidang Umum Tahap II.

 

Pencalonan

Pada kesempatan yang sama, juru bicara F-KP Andi Matalatta menegaskan kembali pencalonan fraksinya terhadap Jenderal Besar HM Soeharto dan BJ Habibie sebagai presiden dan wakil presiden periode 1998-2003.

“Jenderal Besar HM Soeharto telah terbukti sebagai putra terbaik bangsa. Untuk mendampinginya, diperlukan cawapres yang bisa bekerja sama dengan beliau, berprestasi, memiliki wawasan masa depan, teruji integritasnya dan mendapat dukungan rakyat. Cawapres tersebut adalah BJ Habibie,” kata Andi Matalatta.

Ia mengharapkan agar keempat fraksi lainnya di MPR juga mengajukan calon yang sama dengan calon dari F-KP.

 

Tidak Terkecoh

Sementara itu, Wakil Ketua Fraksi ABRI, Susilo Bambang Yudhoyono, ketika ditanya wartawan Senin malam di sela-sela mengikuti rapat fraksi tertutup, mengatakan, semua pihak hendaknya tidak terkecoh dengan apa yang terjadi di negeri ini selama 6 bulan terakhir, tetapi harus melihat laporan pertanggungjawaban presiden berdasarkan  sasaran yang dikehendaki GBHN  1993.

“Apakah langkah pemerintah di bawah Presiden Soeharto sesuai dengan kebijakan pembangunan yang diamanatkan GBHN,” ujarnya.

Dengan cara ini kita bisa melihat dengan benar dan tidak terkecoh hanya pada apa yang terjadi di negeri ini selama 6 bulan terakhir.

Penasihat F-ABRI, Wiranto, seusai rapat tersebut mengungkapkan, F-ABRI sedang memantapkan penguasaan materi yang akan dibawa ke sidang Selasa ini.

Dengan materi prima diharapkan kontribusi ABRI lebih pasti lagi, tandasnya.

Sumber: SUARA PEMBARUAN (03/03/1998)

___________________________________________________________________________________________

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita.” Buku XX (1998), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal 157-159.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.