FPP AKHIRNYA TERIMA PIDATO

FPP AKHIRNYA TERIMA PIDATO[1]

 

 

Jakarta, Bisnis Indonesia

FPP MPR akhirnya kemarin menyatakan menerima pidato pertanggungjawaban Presiden/Mandataris dalam waktu yang lebih cepat dari yang jadwalkan fraksi itu.

Pernyataan penerimaan FPP atas pertanggungjawaban Presiden/Mandataris MPR itu tertuang dalam pengantar musyawarah fraksi itu yang disampaikan dalam rapat pleno Komisi C MPR yang membahas pertanggungjawaban Presiden.

FPP melalui juru bicaranya, Chozin Chumaidy, berpendapat setelah mengikuti dengan seksama pidato pertanggungjawaban Presiden, ada kesungguhan dan tekad Presiden untuk betul-betul melaksanakan Tap-Tap MPR 1993 khususnya Tap MPR tentang GBHN.

Dengan memperhatikan berbagai masalah di samping tingkat pembicaraan yang ditentukan dalam Peraturan Tata Tertib MPR, FPP menyatakan dapat menerima laporan pertanggungjawaban Presiden/Mandataris MPR.

“Fraksi Persatuan Pembangunan MPR-RI dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim menyatakan dapat menerirna laporan pertanggungjawa ban Presiden Mandataris MPR-RI yang selanjutnya untuk diteruskan pada Pembicaraan Tingkat IV dalam rapat paripurna Majelis,” ujar juru bicara FPP MPR.

Semula FPP merencanakan akan menyampaikan pendapatnya terhadap pidato pertanggungjawaban Presiden/Mandataris pada pendapat akhir fraksi itu yakni pada 9 Maret.

Ketua FPP MPR Jusuf Syakir kepada wartawan mengatakan semula pendapat fraksinya atas pidato pertanggungjawaban Presiden baru akan disampaikan dalam pendapat akhir FPP di Komisi C dan pendapat akhir di sidang pleno MPR.

“Ya kami dulu mengatakan pendapat FPP akan dikatakan dalam pendapat akhir komisi dan pendapat akhir di rapat pleno MPR. Pendapat akhir pleno (MPR) pada 9 Maret dan pendapat akhir komisi dalam sidang komisi,” katanya.

Menurut dia seharusnya ada acara pendapat akhir di Komisi C MPR yang membahas pertanggungjawaban Presiden, tetapi kemudian disepakati tidak ada acara pendapat akhir fraksi di Komisi C. Politisi itu menjelaskan mestiny di Komisi C ada acara pemandangan umum atau pengantar musyawarah fraksi dan pada akhir sidang komisi ada pendapatakhir.  (Tini-Bisnis)

Sumber: BISNIS INDONESIA (07/03/1998)

______________________________________________________________________________________________

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita.” Buku XX (1998), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 225-226.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.