FPDI AJAK ANGGOTA MPR SUMBANGKAN UANG SIDANG

FPDI AJAK ANGGOTA MPR SUMBANGKAN UANG SIDANG[1]

 

Jakarta, Bisnis

FPDI MPR mengajak semua anggota MPR untuk menyumbangkan sebagian atau seluruh uang sidang yang diterima selama Sidang Umum MPR 1998 kepada negara mengingat negara sedang dilanda krisis ekonomi.

Ajakan FPDI MPR itu dikemukakan melalui juru bicaranya Anthonius Rahai kemarin dalam pemandangan umum fraksi itu terhadap Rancangan Ketetapan MPR dalam rapat paripurna Sidang Umum MPR 1998.

Juru bicara FPDI MPR mengemukakan setelah bersama-sama dengan rasa prihatin, membahas, menilai dan mencari jalan keluar dari krisis ekonomi yang secara dahsyat melanda Indonesia maka FPDI dengan rendah hati mengimbau, mengajak, bahkan mengusulkan.

“Supaya semua anggota MPR yang berjumlah 1.000 orang menunjukkan dan melakukan hal yang konkret sebagai tanda keprihatinan yang mendalam dengan cara menyumbangkan sebagian atau seluruh jumlah uang sidang yang diterima selama SU MPR kepada negara.” tandas Rahail.

Sedangkan mengenai bagaimana pengaturan hal tersebut, fraksi dari partai berlambang kepala banteng itu menyerahkan sepenuhnya kepada pimpinan majelis.

Berkaitan dengan itu, kata juru bicara FPDI, tanpa berpretensi dan dalam keadaan keterbatasannya seluruh anggota FPDI telah sepakat untuk memberikan seluruh uang sidang yang diterima selama Sidang Umum MPR kepada negara.

“Seluruh anggota FPDI telah sepakat dan melaksanakan hal tersebut yaitu menyumbangkan seluruh uang sidangnya dari seluruh anggota yang berjumlah 16 orang.” tandas Rahail.

Menurut juru bicara FPDI MPR, dari seluruh anggota FPDI MPR yang berjumlah 16 orang, maka selama Sidang Umum MPR akan terkumpul dana sebenar Rp.9.200.000.

Selgen MPR Afif Ma’roef pernah mengemukakan anggota MPR selama Sidang Umum MPR menerima uang sidang sebesar Rp.60.000 per hari per orang dipotong pajak penghasilan sebesar 15%.

Selgen DPP PDI Buttu Hutapea mengemukakan pemerintah dapat melaksanakan keadilan tanpa diskriminatif, termasuk dimasukkannya HAM ke dalam pembangunan hukum.

Sumber : BISNIS INDONESIA (04/03/1998)

__________________________________________________________________________

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita.” Buku XX (1998), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal 189-190.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.