FBSI SULTENG USULKAN SOEHARTO DIPILIH KEMBALI

FBSI SULTENG USULKAN SOEHARTO DIPILIH KEMBALI

Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Federasi Burnh Seluruh Indonesia (FBSI) Sulawesi Tengah mengusulkan supaya Jenderal Purnawirawan Soeharto dipilih kembali sebagai Presiden Republik Indonesia hasil Pemilu 1982 yang akan datang.

Hal itu disepakati setelah melalui suatu pertemuan dengan sembilan Pimpinan Daerah Serikat Buruh Lapangan Pekerjaan (SBLP) FBSI, empat Dewan Pimpinan Cabang (DPC) FBSI dan 110 basis SBLP FBSI se-Sulteng.

Pengusulan yang ditujukan kepada Dewan Pimpinan pusat (DPP) FBSI itu, juga mengusulkan supaya Jenderal Purnawirawan Soeharto ditetapkan sebagai Bapak Pembangunan Nasional.

Usul tersebut dituangkan dalam suatu surat keputusan DPD FBSI Sulawesi Tengah tanggal 17 September 1981 tentang pengusulan dan pemberian gelar kepada Soeharto menjadi Presiden Republik Indonesia dan Bapak Pembangunan Nasional. Surat keputusan itu ditandatangani oleh Mohamad Ishak dan Arsyad Lampi masing2 sebagai Wakil Ketua dan Sekretaris DPD FESI Sulteng.

Pertimbangan pengusulan tersebut antara lain, karena keberhasilan pelaksanaan pembangunan sejak pemerintahan Orde Baru Pimpinan Soeharto, sesuai dengan Garis2 Besar Haluan Negara selama ini, yang diarahkan untuk kepentingan dan kesejahteraan rakyat.

Pemerintahan Orde Baru telah mewarnai wadah kaum buruh Indonesia dalam bentuknya yang federasi guna mempersatukan kaum buruh dalam wadah FBSI.

Kaum burnh Indonesia sebagai bagian dari rakyat Indonesia telah menikmati keberhasilan pembangunan nasional, menjadi barisan terdepan sebagai pelaksanaan utama di semua sektor dan Lapangan pekerjaan.

Sedangkan kaum buruh Indonesia dengan falsafah Perhubungan Pancasila berkewajiban membela dan mempertahankan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 45 sebagai sarana untuk mencapai masyarakat adil, dan makmur dalam suasana aman dan tenteram. (DTS)

Palu, Antara

Sumber: ANTARA (18/09/1981)

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku VI (1981-1982), Jakarta: Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 136-137.

 

 

 

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.