FAO PERINGATI HARI PANGAN SEDUNIA PADA 16 OKTOBER

FAO PERINGATI HARI PANGAN SEDUNIA PADA 16 OKTOBER[1]

 

Jakarta, Antara

Organisasi Pangan dan Pertanian PBB (FAO) dan masyarakat Internasional akan kembali memperingati Hari Pangan Sedunia pada 16 Oktober dengan memerangi kelaparan dan kekurangan gizi.

Siaran pers FAO yang diterima ANTARA, Jumat, menyebutkan, untuk memperingati Hari Pangan Sedunia kali ini, FAO akan menyelenggarakan KTT Pangan Sedunia di Roma, pada 13-17 November 1996.

KIT itu dimaksudkan untuk memperbarui komitmen semua negara anggota FAO guna menempatkan perang terhadap kelaparan dan malnutrisi (kekurangan gizi) sebagai prioritas utama dalam agenda para menteri dan badan pemerintah pada abad 21.

KTT itu juga dimaksudkan untuk melembagakan kebijakan-kebijakan yang memberikan akses pangan yang lebih baik, memenuhi kebutuhan pangan darurat, memperbaiki kondisi perdagangan, dan menstabilkan persediaan pangan.

Menurut FAO, hampir 800 juta orang di negara-negara berkembang kini menghadapi masalah kekurangan pangan yang kronis,dan hampir 200juta anak-anak di bawah lima tahun menderita kekurangan protein atau energi.

Saat ini sebanyak 88 negara masuk ke dalam kategori negara-negara berpendapatan rendah dan kekurangan pangan.

Sebanyak 42 negara di antaranya terletak di Afrika, 19 di Asia dan Pasifik, sembilan di Amerika Latin dan 12 di Eropa.

Karena itu, FAO mengimbau semua negara anggota untuk memerangi kelaparan dan malnutrisi dengan cara memproduksi pangan dalam jumlah cukup dan terjangkau semua orang.

FAO juga memberikan penghargaan kepada tokoh-tokoh yang memiliki peran besar dalam upaya mengamankan pasokan pangan.

Presiden Soeharto merupakan salah satu tokoh yang mendapatkan penghargaan dari FAO atas perannya yang besar dalam ikut mewujudkan pengamanan pangan dunia, terutama di negara berkembang.

Presiden Soeharto, menurut Dirjen FAO Jacques Diouf, juga telah melakukan berbagai cara untuk membantu sesama negara berkembang yang mengalami kesulitan pangan.

Sumber : ANTARA (11/10/1996)

_______________________________________________________

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita.” Buku XVIII (1996), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal 775.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.