F-KP TAWARKAN UPAYA YANG JAMIN PEMILU MAKIN DEMOKRATIS

F-KP TAWARKAN UPAYA YANG JAMIN PEMILU MAKIN DEMOKRATIS[1]

 

Jakarta, Kompas

Fraksi Karya Pembangunan (F-KP) dalam pemandangan umum yang disampaikan Ny. Siti Hardiyanti Rukmana hari Selasa (3/3), menawarkan sebuah upaya yang dianggap akan menjamin pelaksanaan pemilu yang makin demokratis dan berkualitas sebagai wujud pembaruan kehidupan politik.

“Ini untuk memperkuat dan menegaskan komitmen terhadap materi pemilu serta menyerap aspirasi F-PP dan F-PDI.” tutur Ny. Siti Hardiyanti Rukmana, akrab dipanggil Tutut.

Upaya tersebut, ia menjelaskan, berupa catatan yang memperinci lebih jelas tentang peranan lebih aktif organisasi peserta pemilu (OPP) dalam penyelenggaraan Pemilu 2002. Pengertian kalimat “Mengikutsertakan lebih aktif OPP dalam penyelenggaraan pemilu itu” adalah mengikutsertakan unsur OPP dalam pantarlih dan kegiatannya, mengikutsertakan unsur OPP dalam kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS) dan kegiatannya, catatan penghitungan suara di TPS ditandatangani ketua dan anggota KPPS diberikan kepada unsur OPP yang duduk di KPPS.

Ditandaskan, catatan tersebut menunjukkan adanya niat dan tekad semua fraksi untuk mencairkan perbedaan pandangan diantara fraksi, dan menghasilkan rumusan, yang terbaik serta mengikat kedalam dan keluar.

Semua fraksi, ujar Tutut, juga sepakat perlunya dilakukan penyempurnaan peraturan pemerintah yang tidak sesuai dengan catatan tersebut. Sementara itu, kata “sampai ke desa/kelurahan” merupakan perubahan dari kata “daerah”.

F-KP juga menyoroti soal kemandirian infrastruktur politik. Dikatakan, dalam Pelita VII pembangunan politik diarahkan untuk lebih meningkatkan kemampuan, kualitas dan kemandirian infrastruktur politik, meningkatkan peran serta aktif dan positif seluruh masyarakat dalam kehidupan politik.

“F-KP menyadari bahwa meski telah banyak kemajuan yang dicapai, kemandirian infrastruktur politlk dan pendidikan politik masih belum optimal. Karena Itu, F-KP mengharapkan kemandirian dan pendidikan politik menjadi program utama setiap orsospol.” tutur Tutut.

Pembaruan Politik

Menurut jubir F-KP, untuk memungkinkan proses pembaruan politik, upaya pembangunan politik terus dikembangkan sehingga lembaga perwakilan rakyat, orsospol, ormas dan lembaga kemasyarakatan lainnya dapat berperan dan berfungsi secara optimal. Dengan demikian, aspirasi rakyat dapat tertampung dan tersalurkan secara optimal.

Dalam rangka pembangunan politik, tercakup pula pembangunan otonomi daerah. F-KP, katanya, yakin pengembangan otonomi daerah akan dapat lebih menumbuhkan prakarsa, kreativitas dan peran serta aktif masyarakat, meningkatkan fungsi dan peran lembaga legislatif daerah serta meningkatkan kualitas peranan lembaga kemasyarakatan di pedesaan, mempercepat pemerataan pembangunan, dan memperlancar proses pengambilan keputusan.

Menyangkut aparatur negara, Tutut mengemukakan, F-KP menyadari adanya tuntutan agar mereka sebagai abdi negara dan abdi masyarakat makin terbuka dan peka terhadap dinamika masyarakat. Untuk itu, F-KP mendorong agar pendayagunaan aparatur negara dilanjutkan dan ditingkatkan dengan upaya-upaya yang menyangkut aspek kesejahteraan, koordinasi antar departemen, kualitas pelayanan dan pengabdian, profesionalisme, sikap mental dan disiplin aparat, keteladanan, produktivitas lembaga, sarana dan prasarana kelembagaan.

Di samping itu, menurut Tutut, F-KP memandang perlu dilakukan penertiban aparatur negara dan aparatur pemerintah, penanggulangan penyelewengan dalam bentuk korupsi, kolusi, dan nepotisme serta penyelewengan lainnya yang merusak citra dan kewibawaan aparatur negara dan pemerintah, yang pada gilirannya akan merugikan dan menghambat pelaksanaan pembangunan.

“Hanya dengan upaya demikianlah pemerintah yang bersih dan berwibawa, akan terwujud.” kata Tutut.

Sumber : KOMPAS (04/03/1998)

_____________________________________________________

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita.” Buku XX (1998), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal 196-198.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.