EKSPOR INDONESIA KE MADAGASKAR MINIM

EKSPOR INDONESIA KE MADAGASKAR MINIM

Jakarta, Antara

Nilai ekspor Indonesia ke Madagaskar dewasa ini rata-rata kurang dari satu juta dolar AS per tahunnya, dan jumlah tersebut masih sangat kecil bila dibandingkan dengan nilai data yang diperoleh dari Departemen Perdagangan, di Jakarta, Rabu, menyebutkan  nilai ekspor Indonesia ke Madagaskar pada tahun  1982 sebesar 716.142 dolar AS, sedangkan nilai impomya sebesar 52,3 juta dolar AS lebih.

Tahun 1983 ekspor Indonesia bernilai 625 dolar AS sedangkan impomya sebesar 89.828 dolar AS. Tahun 1984 ekspor Indonesia mencapai 100.000 dolar AS, dan pada tahun tersebut Indonesia tidak mengimpor sesuatu komoditi dari Madagaskar.

Selanjutnya pada tahun 1985 kondisinya justru terbalik yaitu nilai impor Indonesia dari Madagaskar mencapai 17,2 juta dolar AS lebih, dan pada tahun itu Indonesia sama sekali tidak mengekspor sesuatu komoditi ke Madagaskar.

Pada tahun 1986 ekspor Indonesia mencapai nilai sebesar 559.360 dolar AS, sedangkan impor Indonesia dari negeri itu mencapai 7,2 juta dolar AS lebih.

Ekspor Indonesia ke Madagaskar biasanya berbentuk komoditi kay u papan dengan ketebalan 5 mm, bantalan kayu untuk rel ketera api, veneers, plywood dan batik dari katun.

Indonesia mengimpor dari Madagaskar berupa rempah-rempah (selain cengkeh), buah-buahan dalam kaleng, kapas, peralatan dari baja dan aluminium, peralatan olah raga dan tekstil.

Sementara itu Menteri Perdagangan Madagaskar Solofozon George yang sejak tanggal 8 Desember 1987 berada di Indonesia, Rabu pagi mengadakan pertemuan dengan Menteri Perdagangan Indonesia Rachmat Saleh, yang dalam kesempatan itu didampingi oleh Dirjen Perdagangan Luar Negeri Kumhal Djamil.

Menteri Perdagangan Madagaskar dalam kunjungannya ke Indonesia juga bertindak sebagai utusan khusus Presiden Madagaskar, untuk menemui Presiden Soeharto.

Sumber: ANTARA (09/12/1987)

 

 

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku IX (1987), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 591-592

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.