EKA PRASETIA PANCA KARSA

Tajuk Rencana

EKA PRASETIA PANCA KARSA[1]

 

Jakarta, Angkatan Bersenjata

Presiden Soeharto dalam pembukaan musyawarah kerja nasional Gerakan Pramuka mengemukakan “Eka Prasetia Panca Karsa” selaku pedoman dalam menghayati dan mengamalkan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

Unsur2 Panca Karsa itu adalah:

  1. Taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan menghargai orang lain yang berlainan Agama/Kepercayaan:
  2. mencintai sesama manusia dengan selalu ingat kepada orang lain, tidak sewenang-wenang dan “tepaslira”;
  3. cinta kepada tanah air; menempatkan kepentingan Negara dan Bangsa diatas kepentingan pribadi;
  4. demokratis dan patuh pada putusan rakyat yang sah:
  5. suka menolong; menggunakan apa yg dimiliki untukmenolong orang lain, sehingga dapat meningkatkan kemampuan orang lain itu.

Menurut Presiden, pedoman pokok hidup manusia Pancasila adalah bagaimana manusia Indonesia dapat mengendalikan kepentingan kehendak pribadinya agar dapat melaksanakan kewajibannya sebagai mahluk sosial. Artinya bagaimana manusia dapat mengendalikan diri agar tidak hanya menuruti kehendaknya sendiri saja dengan mengabaikan kepentingan orang lain dalam masyarakat. Kemampuan mengendalikan diri itulah yang harus kita terapkan dalam mengamalkan Pancasila.

Sebagai contoh dikemukakan, dalam mengejar keberhasilan materiil, orang umumnya melihat ”ke atas”. Meskipun sikap demikian mengandung unsur yang baik sepanjang memberi dorongan maju dan berusaha lebih keras, namun dalam kenyataan tidak semua orang berhasil, dan hasil yang dicapai pun tidak merata. Karena itu sebagai makhluk sosial, sebagai anggota masyarakat yang sadar, sangat perlu kita menengok ke samping. Usaha mengendalikan diri dalam mengejar kemajuan materiil ini lebih mudah kita lakukan apabila lebih banyak kita melihat “ke bawah”, melihat orang lain yang jauh tertinggal dan jauh serba kekurangan, kata Presiden.

“Eka Prasetia Panca Karsa” itu dikemukakan Presiden sebagai sumbangan pikiran, yang masih perlu dikukuhkan oleh MPR hasil pemilihan umum 1977. Ini sesuai dengan sikap Kepala Negara kita yang demokratis dan tidak suka memaksakan keinginannya kepada rakyat. Sungguhpun begitu karena sumbangan pikiran itu digali dan diolah dari kenyataan yang hidup dalam masyarakat kita sehari-hari, sudah selayaknya dihayati dan kemudian diamalkan oleh kita bersama-sama.

Amal itulah yang terpenting dan bersifat menentukan, karena kekurangan yang amat terasa selama inijustru amal Pancasila itu.

Karena itulah semakin terasa perlu adanya pengertian Pancasila yang satu dan mudah dimengerti oleh setiap kita, supaya dapat diamalkan dalam setiap aspek kehidupan kita. Tujuan akhirnya adalah memanunggalkan ajaran Pancasila itu dengan amalnya, sehingga amal Pancasila itu benar2 merupakan identitas nasional kita.

Presiden telah menyumbangkan “Eka Prasetia Panca Karsa” untuk mencapai tujuan itu. Intisarinya adalah kasih sayang sesama manusia, suka menolong, bertimbang rasa, tidak mumpung-mumpungan dsb. atau yang dapat disimpulkan sebagai sikap kekeluargaan. (DTS)

Sumber: ANGKATAN BERSENJATA (14/04/76)

 

 

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku IV (1976-1978), Jakarta: Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 249-250.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.