EDITORIAL : SELAMAT ULANG TAHUN

EDITORIAL :

SELAMAT ULANG TAHUN[1]

 

Jakarta, Media Indonesia

MASIH diliputi suasana duka atas wafatnya Ibu Tien Soeharto, hari ini, keluarga Presiden Soeharto dan segenap bangsa Indonesia tidak dapat melupakan momentum penting, tepat 75 tahun usia Pak Harto. Pada 75 tahun yang lalu Soeharto dilahirkan di sebuah desa di Yogyakarta.

Ulang tahun Pak Harto kali ini tidak dirayakan sebagaimana tahun-tahun sebelumnya. Yang dijadwalkan hanyalah berkumpulnya seluruh anggota keluarga untuk mensyukuri karunia Tuhan.

Selain mengucapkan selamat berulang tahun, kita segenap bangsa Indonesia tentunya juga tidak lupa bersyukur kepada Allah SWT yang telah memberikan karunia usia panjang dan kondisi kesehatan yang prima kepada Pak Harto.

Seperempat abad lebih memimpin negara, Pak Harto telah memberikan yang terbaik buat bangsanya. Alhamdulillah, hasil-hasil pembangunan bisa kita rasakan secara kuantitatif maupun kualitatif. Bertambahnya usia bagi setiap manusia memang selalu memberikan makna tersendiri. Terlebih bagi seorang pemimpin bangsa seperti Pak Harto.

Tahapan demi tahapan telah dilalui, di antara rasa suka dan duka. Sementara karena peran yang diembannya, tidak terlepas pula dari sejumlah harapan dan tuntutan-tuntutan dari berbagai pihak.

Pak Harto, di usia 75 tahun ini, tentu saja masih menjadi tumpuan harapan untuk dapat terus memimpin dan membimbing segenap bangsa dalam keadaan sehat walafiat. Ini bisa kita simak dari deras nya arus yang mengharapkan agar Pak Harto tetap bersedia berada di depan, memimpin bangsa dalam mencapai cita-cita.

Kadangkala kita pun lupa bahwa ada sejumlah konsekuensi dengan terus bertambahnya usia manusia. Dari harapan-harapan yang berlebihan dalam arti yang positif sejalan dengan perjalanan zaman, sampai pada tuntutan-tuntutan yang tidak realistis.

Hanya dengan kearifan seorang Bapak Bangsa, semua akumulasi harapan dan tuntutan itu dapat diakomodasikan oleh Pak Harto melalui pemikiran-pemikiran ke depan, yakni bagaimana dapat segera memajukan bangsanya agar dapat duduk sama rendah dan berdiri sama tinggi dengan bangsa-bangsa lain.

Kita juga menyadari sering munculnya perasaan was-was dan kekhawatiran dari sebagian warga masyarakat atas terus bertambahnya usia Pak Harto. Baik itu yang terkatakan maupun tidak. Kita memahami semua itu. Karena bagi kita hal itu cukup manusiawi, mengingat kenisbian manusia sebagai makhluk (ciptaan).

Perjalanan waktu itu dan besarnya tanggung jawab juga memberikan konsekuensi-konsekuensi logis atas keterbatasan manusia. Banyak kelebihan tapi juga tidak luput dari kekurangan-kekurangan. Keadaan seperti itu juga berlaku untuk Pak Harto.

Yang bisa kita lakukan adalah selalu mendoakan agar Allah SWT memberikan kekuatan dan kearifan kepada Pak Harto dalam mengemban amanat bangsa. Kepada Pak Harto banyak yang memberikan pujian dengan tulus dan objektif, tetapi tidak sedikit pula yang memberikan puji dan sanjungan sebagai lip service dan disertai motif vested interest.

Yang terakhir ini tentunya yang tidak kita harapkan. Kita juga yakin figur Pak Harto tidak begitu saja menerima puji dan sanjung yang disertai maksud-maksud tertentu.

Jika tujuannya demi kebaikan, tidak ada salahnya bagi kita untuk memberikan penilaian dan saran atau masukan yang objektif-kritis dengan tetap menghargai kelebihan sang pemimpin yang mampu menjaga stabilitas politik dan ekonomi dalam rentang waktu yang sedemikian panjang.

Akhirnya, keluarga besar Media Indonesia dan segenap bangsa Indonesia mengucapkan Selamat ulang tahun. Semoga panjang usia.

Sumber : MEDIA INDONESIA (08/06/1996)

_____________________________________________________________________
[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku XVIII (1996), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal 731-732.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.