DUNIA TANGGAPI PERNYATAAN PRESIDEN SOEHARTO

DUNIA TANGGAPI PERNYATAAN PRESIDEN SOEHARTO[1]

 

Tokyo, Kompas

Pernyataan Presiden Soeharto mengenai rencana pemilihan umum secepat mungkin dan tidak mencalonkan diri lagi mendapat tanggapan dari berbagai negara. PM Jepang Ryutaro Hashimoto hari Selasa (19/5) mengharapkan dalam pemilihan umum untuk mencari pengganti Presiden Soeharto akan meredakan ketegangan di Indonesia.

“Dengan tulus kami mengharapkan Indonesia akan menyelesaikan kebingungan sosial dan politik secepat mungkin dan pemulihan ekonomi rakyat dan stabilitas akan terealisasikan.” ujar Hashimoto.

Sedangkan PM Australia John Howard, seperti dilaporkan wartawan Kompas, Ratih Hardjono mengatakan, Indonesia perlu mengadakan pemilu secepatnya, bila ini hanya terjadi setahun atau dua tahun lagi, maka kredibilitas reformasi Indonesia akan sia-sia. PM Howard juga menyanjung tindakan Presiden Soeharto membentuk Kabinet Reformasi yang memikirkan bangsa Indonesia terlebih dahulu.

Pada jumpa pers khusus di Gedung Parlemen Canberra hari Selasa PM Howard mengatakan bila pemilu yang dijanjikan Presiden Soeharto harus menunggu dua tahun maka,

“Bila lamanya sampai sebegitu, kredibilitas akan langsung berkurang. Saya berharap tidak akan memakan waktu lama. Pengertian saya adalah ini (pemilu) akan terjadi secepatnya,”

“Dalam pernyataannya Presiden Soeharto dengan sangat jelas mengatakan dia dan wakilnya Dr. BJ Habibie tidak akan menjadi kandidat dalam pemilihan baru. Ia berbicara mengenai transisi. Saya rasa yang paling penting adalah Presiden Soeharto telah menaruh jejak yang teratur agar terjadi penyerahan kekuasaan dalam situasi yang teramat sulit.” tutur PM Howard.

Sedangkan Menlu Selandia Baru Don McKinnon menyatakan pidato Presiden Soeharto merupakan isyarat Indonesia bergerak ke arah yang benar.

Sambut Baik

Dari Manila dilaporkan, Menlu Domingo Siazon menyambut baik pernyataan Presiden Soeharto. Namun ia mengemukakan, stabilitas akan tergantung dari ‘apakah mereka memiliki saling pengertian diantara kekuatan-kekuatan politik, termasuk angkatan darat’.

Presiden Ramos sendiri dalam pesannya kepada calon presiden utama, Joseph Estrada,

“Kita harus menunjukkan bahwa kita dalam kondisi lebih baik daripada sahabat-sahabat dan tetangga kita, dengan segala hormat kepada mereka.”

Pembantu Kompas, Bob Mantiri melaporkan dari Den Haag, Pemerintah Belanda bereaksi positif terhadap pernyataan Presiden Soeharto bahwa pemilu akan segera dilaksanakan. Mantan Menlu Hans van Mierlo menyatakan pernyataan itu adalah sikap positif terhadap rakyat Indonesia.

Sementara itu juru bicara Kementerian Luar Negeri Thailand, Kobsak Chutikul menyatakan pihaknya netral terhadap pernyataan Presiden Soeharto. Thailand akan memonitor peristiwa-peristiwa di Indonesia dan meminta semua pihak tenang dan menahan diri dari kekerasan.

Menlu Malaysia Abdullah Ahmad Badawi seperti dikutip Bernama menyatakan, pihaknya berharap rencana pemilu akan mengakhiri kerusuhan sosial dan krisis politik.

Reaksi juga muncul dari Cina. Juru bicara Kemlu Cina Zhu Bangzhao mengatakan,

“Masalah ini adalah urusan dalam negeri Indoensia dari semua sudah diketahui. Kami tidak memberikan komentar dalam urusan dalam negeri negara lain.”

Dalam perkembangan lain pembantu Kompas, Lucia M Isman melaporkan dari Washington, Sub komite Urusan Asia timur dan Pasifik di Senat AS pada Senin lalu mengadakan dengan pendapat darurat mengenai situasi di Indonesia. Stanley Roth, Asisten Menlu untuk Urusan Asia Timur dan Pasifik menegaskan kebijaksanaan luar negeri AS terdiri dari tiga elemen.

Pertama mengimbau agar semua pihak menahan diri baik polisi dan militer dalam menangani para demonstran danjuga agar para demonstran, kalau mereka turun ke jalan, supaya melakukannya dalam keadaan damai. Kedua menahan diri saja tidak akan mengakhiri krisis politik dan karena itu, pemerintah AS percaya adalah sangat penting untuk terjadi proses reformasi politik guna mengatasi krisis. Ketiga, dialog sebagai mekanisme untuk melakukan reformasi politik.

Sumber : KOMPAS (20/05/1998)

_________________________________________________

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita.” Buku XX (1998), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal 426-427.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.