DUNIA DILIPUTI BERBAGAI BAHAYA

DUNIA DILIPUTI BERBAGAI BAHAYA

Pres. Soeharto Di Depan 3 Dubes

Presiden Soeharto menegaskan bahwa perdamaian dunia dan perdamaian regional serta stabilitas nasional dan regional sungguh merupakan syarat utama untuk memungkinkan terlaksananya pembangunan dengan berhasil, oleh karena itu Indonesia bersama-sama dengan negara2 tetangga lainnya, anggota ASEAN sebagai negara, yang sedang membangun berusaha keras untuk mewujudkan dan memelihara stabilitas di kawasan Asia Tenggara ini.

Dengan terpeliharanya stabilitas dan suasana damai di kawasan Asia Tenggara ini, diharapkan oleh Kepala Negara dapat memberikan sumbangan positif dalam rangka perdamaian dunia yang dewasa ini diliputi oleh suasana ketegangan dan kecemasan.

Dalam pidato balasannya pada upacara penyerahan surat kepercayaan duta besar luar biasa dan berkuasa penuh Republik Sosialis Romania loan Cotot di Istana Merdeka, Sabtu pagi, sebelumnya Presiden mengatakan bahwa keadaan dunia sekarang diliputi oleh berbagai bahaya, yang jika tidak segera ditanggulangi akan dapat mendatangkan malapetaka.

Karena itu, menurut Presiden, kedua negara yaitu Indonesia dan Republik Sosialis Romania perlu mempererat kerjasama untuk mencapai tujuan konstruktif bagi perdamaian dan kesejahteraan dunia.

Pada hari yang sama berturut-turut, Presiden Soeharto juga telah menerima surat2 kepercayaan dari duta besar luar biasa dan berkuasa penuh kerajaan Qatar dan Apostolic Pro-nuncio Tahta Suci Vatikan.

Kepada dubes baru Qatar, Ahmad Ali Al-Ansary, Presiden Soeharto mengatakan bahwa hubungan persahabatan yang terjalin antara kedua negara disebabkan adanya persamaan2 pandangan yang mendasar yaitu persamaan cita2 dan tujuan kesejahteraan, kemakmuran serta keadilan bagi segenap umat manusia dalam suasana persahabatan antar bangsa dan perdamaian dunia.

Kepada dubes yang baru dari Vatican, Presiden Soeharto menyatakan berbesar hati mendengar pandangan serta penghargaan Vatican tentang kebijaksanaan2 pemerintah Indonesia dalam mewujudkan kesatuan, persatuan serta perdamaian di Indonesia khususnya tentang kerukunan hidup dan saling toleransi diantara berbagai golongan agama dan kepercayaan di bawah naungan falsafah Pancasila. (DTS)

Jakarta, Sinar Harapan

Sumber: SINAR HARAPAN (21/06/1980)

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku "Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita", Buku V (1979-1980), Jakarta: Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 603-604.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.