DUBES RI UTK AUSTRALIA TTG HUB RI – AUSTRALIA

DUBES RI UTK AUSTRALIA TTG HUB RI – AUSTRALIA

 

 

Hubungan Indonesia dan Australia pada tingkat pemerintahan sudah berjalan baik, walaupun masih ada ganjalan di sana-sini yang secara berangsur diperkirakan akan dapat diatasi, kata August Marpaung, bekas Dutabesar RI di Australia, hari Kamis di Jakarta.

Setelah melapor kepada Presiden Soeharto di Bina Graha Jakarta, Marpaung mengatakan kepada wartawan bahwa ganjalan yang masih ada antara lain masalah garis perbatasan kedua negara di sebelah selatan Timor Timur serta penempatan kembali wartawan Australia di Indonesia.

“Mereka menganggap penempatan wartawannya di Indonesia sebagai masalah penting,” ujar Marpaung. Kemungkinan pemberian izin bagi wartawan Australia itu sedang digodog pemerintah Indonesia, tambahnya.

Untuk mencapai kesepakatan dalam masalah garis perbatasan kedua negara di bagian selatan Timtim, menurut Marpaung, kedua pemerintah masih perlu mengadakan perundingan.

“Menlu-lah yang secara mendalam mengerti masalah ini,” katanya.

Daerah perbatasan itu dipersoalkan karena menurut perkiraan di perairan sekitar selatan Timtim itu terdapat cadangan gas alam dan kemungkinan juga minyak bumi.

Marpaung juga mengungkapkan rencana kunjungan Gubernur Jenderal Australia ke Indonesia bulan September mendatang dan kunjungan Ketua Menteri Kawasan Utara (chief minister of nothern territory) awal Agustus mendatang.

Kunjungan itu digambarkan oleh Marpaung sebagai tanda semakin meningkatnya hubungan baik antara kedua negara yang bertetangga tersebut.

Bekas Dubes itu juga mengatakan semakin banyaknya pengusaha Australia yang berminat menanam modal di Indonesia, terutama dalam bidang pertambangan.

Dewasa ini, katanya, 38 pengusaha Australia telah beroperasi di Indonesia, di antaranya bergerak dalam pertambangan emas. (RA)

 

 

Jakarta, Antara

Sumber : ANTARA (16/07/1987)

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku IX (1987), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 167-168.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.