DUBES HARUS TERJEMAHKAN KEPRIBADIAN DAN CITA2 BANGSA

DUBES HARUS TERJEMAHKAN KEPRIBADIAN DAN CITA2 BANGSA [1]

 

Jakarta, Suara Karya

Dengan tetap memperhatikan azas bahwa pembangunan ekonomi pertama-tama harus bertolak dari kemampuan dan kepercayaan pada diri sendiri, maka kita harus menempatkan secara sadar usaha kita untuk terus berusaha mengembangkan kerjasama dengan bangsa2 lain.

Demikian juga usaha kita untuk tetap memperoleh bantuan luar negeri, harus sejalan dengan kebutuhan rencana pembangunan Indonesia dan sepadan dengan kemampuan kita untuk membayarnya kembali.

Demikian dikemukakan oleh Presiden Soeharto sewaktu memberikan pidato pada Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa penuh Republik Indonesia bertempat di Istana Merdeka Sabtu lalu.

Adapun para Dubes yang dilantik itu ialah Soebagio Soerjoningrat untuk Takta Suci (Vatikan), Letjen TNI Achmad Tohir untuk Republik Perancis, Marsekal Madya TNI Sri Bimo Ariotedjo untuk Republik Philipina, Letjen TNI Achmad Tirtosudiro untuk Republik Federasi Jerman, Brigjen TNI Soetikno Loekitodisastro untuk Selandia Baru dan Frans Seda untuk Kerajaan Belgia.

Hasil yang Meyakinkan di Dalam Negeri

Lebih lanjut Presiden mengatakan, kerjasama dan bantuan hanya akan timbul, bila di dalam negeri terdapat usaha dan hasil yang meyakinkan mengenai upaya kita sendiri, untuk memperbesar kemampuan membangun, secara tertib dan mantap.

Menurut Presiden, apa yang kita capai selama tahun-tahun terakhir memang telah meyakinkan dunia luar dalam bidang ini. Investasi-investasi terus meningkat, baik yang bersumber dari sektor negara maupun masyarakat sendiri.

Kenyataan-kenyataan itulah tentunya yang dijadikan pertimbangan yang menentukan dari negara-negara IGGI misalnya, untuk tetap percaya dan memperbesar jumlah bantuannya setiap tahun. Demikian Presiden Soeharto. (DTS)

Sumber: SUARA KARYA (04/06/1973)

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku III (1972-1975), Jakarta: Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 128.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.