DSTP EKSPOSE PUBLIK 17 FEBRUARI

DSTP EKSPOSE PUBLIK 17 FEBRUARI[1]

 

Jakarta, Antara

PT Dua Satu Tiga Puluh (DSTP) merencanakan ekspose publik 17 Februari sehubungan emisi saham kepada masyarakat di seluruh provinsi di Indonesia, sementara perusahaan masih mencari cara sederhana agar maksud penawaran saham itu mudah dipahami masyarakat.

“Kami harus memperoleh cara sederhana yang dapat ditangkap masyarakat umum.” kata Dirut PT DSTP Saadilah Mursjid menjawab pers ketika menyampaikan Pernyataan Pendaftaran emisi saham perusahaan kepada Ketua Badan Pengawas PasarModal (Bapepam) IPutu GdeAry Sutadi Jakarta, Kamis.

Saadilah didampingi Komisaris perusahaan Sudharmono dan Direktur Giri Suseno Hadihardjono mengatakan, pertanyaan tentang bagaimana manajemen perusahaan menjelaskan kepada masyarakat tentang rencana penawaran saham, paling banyak diajukan.

Ia mengatakan, harus dijelaskan kepada masyarakat bahwa DSTP merupakan perusahaan berorientasi jangka panjang, selain itu dengan membeli saham perusahaan, masyarakat mendapat peluang untuk memperoleh nilai tambah berupa keuntungan (gain).

Sebagai salah satu bukti lamanya berinvestasi dalam usaha itu adalah target DSTP tentang pencapaian “pulang modal” (break event point) yaitu pada produksi ke-326 yang menurutjadwal terjadi pada tahun 2013.

Ia mengatakan penjualan saham kepada masyarakat itu merupakan salah satu altematif perusahaan dalam mencari sumber pembiayaan bagi IPTN dalam pembuatan pesawat N-2130, pesawat bermesin jet dengan penumpang 100 orang.

“Untuk pembiayaan pembuatan pesawat, saat ini di dunia terbuka berbagai peluang sumber dana.” katanya.

Saadilah Mursjid yang juga Mensekab mengatakan saat ini sedang dirumuskan suatu mekanisme yang mengatur jika saham di masyarakat itu diperjualbelikan.

“Mekanisme yang sedang dirumuskan itu, tentunya sesuai dengan peraturan yang berlaku.” ucapnya.

Dalam proses penawaran saham yang berlangsung hingga tahun 2006 yang dinilai Ketua Bapepam unik dan fenomenal, perusahaan dijadwalkan akan mengeluarkan prospektus ringkas di surat kabar pada 24 hingga 28 Februari.

Sementara itu, Direktur perusahaan Giri Suseno Hadihardjono mengatakan, perusahaan menargetkan dapat memperoleh dana dari penjualan saham itu Rp 600 miliar.

“Selama ini sudah terjual 391 ribu lembar saham senilai Rp 900 miliar.” katanya.

Sedang IPG Ary Suta mengharapkan, penawaran saham DSTP-perusahaan yang didirikan 16 Februari 1996-bisa menjadi contoh perusahaan lain yang ingin memanfaatkan pasar modal sebagai sumber dana.

Perusahaan mengeluarkan duajuta lembar saham dengan nilai nominal 1.000 dolar AS atau sekitar Rp 2,3 juta.

Untuk menarik minat masyarakat yang tidak memiliki uang cukup untuk membeli saham itu, maka dikeluarkan lembar saham pecahan dengan harga Rp 5.000 per lembar pecahan saham.

Saham dan pecahan saham yang dapat dipetjualbelikan eli masyarakat itu, menurut Saadilah, hingga kini belum dicatatkan di Bursa Efek Jakarta (BEJ) dan Surabaya (BES).

“Kita belum tahu bagaimana perkembangannya nanti.” katanya.

Presiden Soeharto selaku Komisaris Utama PT DSTP beberapa waktu lalu pernah meminta para bupati dan walikota agar ikut membantu penjualan saham perusahaan itu.

DSTP hingga sekarang telah menyalurkan dana 6,9 juta dolar AS kepada IPTN bagi pembuatan prototipe N-2130 yang dijadwalkan “roll out” pada tahun 2003 dan memasuki tahap komersial pada 2005. Sebagai pemasok dana, PT DSTP akan memperoleh imbalan dari IPTN setelah penjualan komersial.

Sumber : ANTARA (06/02/1997)

_______________________________________________________________

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita.” Buku XIX (1997), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal 243-244.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.