DPRGR OPTIMIS AKAN DAPAT SAHKAN 15 RUU

DPRGR OPTIMIS AKAN DAPAT SAHKAN 15 RUU

Antara Lain R.U.U. Tentang Pemilu Dan R.U.U. Susunan MPR-DPR­-DPRD [1]

 

Djakarta, Angkatan Bersendjata

Ketua DPR GR H.A. Sjaichu hari Senin telah membuka masa persidangan ke IV tahun 1968/1969 DPRGR dengan mengatakan bahwa ia mempunjai optimisme jang tjukup realistis, DPRGR selama masa persidangan ke IV akan berhasil mensjahkan 15 RUU jang sangat penting bagi stabilisasi politik ekonomi dan daerah dalam rangka mensukseskan Pelita.

Adapun kelima belas RUU itu ialah RUU ttg Pemilihan umum, RUU susunan MPR-DPR dan DPRD, RUU Perimbangan keuangan pusat dan daerah, RUU Pentjabutan sebagai Penpres & Perpres, RUU Pernjataan berbagai Penpres, dan Perpres menjadi Undang-undang, RUU Pokok2 ttg Pelabuhan Besar dan Daerah Pelabuhan Bebas, RUU penetapan beberapa perturan pemerintah pengganti undang­-undang menjadi Undang-undang, RUU Pentjabutan Undang2 dan peraturan pemerintah pengganti undang2, RUU tambahan dan perubahan atas APBN 68, RUU Perhitungan Anggaran th 1967, RUU usul inisiatif ttg Pelabuhan Bebas Sabang, RUU ttg pemberian pensiun pengawal dan pensiun djanda/duda Pegawai, RUU Daerah Swastanja dan terachir RUU pentjabutan Perpres No.2/1958 ttg larangan keanggotaan Partai Politik bagi pegawai pedjabat Negeri WNI.

Tanggapan Tentang Berbagai Masalah

Dalam pidato pembukaan masa persidangan ke IV DPR-GR itu H.A. Sjaichu telah pula menjatakan berbagai masalah jang sedang dihadapi.

Mengenai pelaksanaan Pepera di Irian Barat, Ketua DPR-GR menegaskan, bahwa masalah tersebut, tidak terlepas dari pergantian DPRGR. Dalam hubungan ini H.A. Sjaichu menjatakan penghargaannja kepada DPRD Tingkat I dan Tingkat II Propinsi Irian Barat jang telah memahami sepenuhnja kebidjaksanaan pemerintah dalam pelaksanaan Pepera.

Mengenai pemberantasan sisa2 G/30S/PKI, Ketua DPRGR menekankan supaja, hal tsb dilakukan lebih dalam, lebih baik dan sistimatis.

Pada kesempatan ini djuga disinggung mengenai persoalan Timur Tengah, dimana dikatakan keadaan Timur Tengah tjukup mengkhawatirkan sehingga Ketua DPRGR mengharapkan hal tsb mendapat perhatian dari Negara2 Besar dan Negara jang sedang bersengketa supaja mentjari penjelesaian jang adil.

Menjinggung mengenai pengunduran De’Gaulle, diharapkan dgn pengundurannja itu, Perantjis tetap mendjalankan peranannja jang berpengaruh sebagai suatu negara besar.

Menanggapi bantuan dari Scheveingen Meeting, Ketua DPR-GR menjampaikan terimakasih dan penghargaan kepada negara2 jang bersangkutan dan diharapkan agar bantuan tsb dapat dimanfaatkan sebaik2nja supaja dapat membajar kembaIi tepat pada waktunja.

Mengenai masalah Vietnam, Ketua DPRGR, H.A. Sjaichu pertjaja rakjat Vietnam sendiri jang akan dapat menjelesaikan persoalan negaranja dengan djalan Demokratis dengan mendjunjung tinggi hak azasi manusia. Sedangkan kepada Paris Meeting, jang sedang membitjarakan penjelesaian masaIah Vietnam diharapkan agar ditjari djalan keluarnja.

Achirnja mengenai ASEAN, Ketua DPR-GR menekankan perlunya dipupuk kerdjasama jang lebih baik dan bersahabat. Pembukaan masa persidangan ke IV DPRGR itu dihadiri oleh Menlu Adam Malik dan Menpen Budiardjo. (DTS)

Sumber: ANGKATAN BERSENDJATA (13/05/1969)

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku II (1968-1971), Jakarta: Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 254-255.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.