DPRD SETUJU SUMBANGKAN GAJI ASAL SELEKTIF

DPRD SETUJU SUMBANGKAN GAJI ASAL SELEKTIF[1]

 

 

Jakarta, Republika

Kalangan DPRD DKI Jakarta menyambut baik imbauan Presiden maupun Gubernur Sutiyoso untuk menyumbangkan pendapatan mereka sebagai wakil rakyat bagi pengentasan kemiskinan. Namun bagaimana mekanisme, masih perlu dibicarakan lebih lanjut termasuk besarnya sumbangan.

“Pada prinsipnya kami mendukung Tetapi masih perlu dibicarakan antar anggota dewan termasuk di tingkat fraksi dan komisi untuk dipelajari.” kata Edy Waluyo, Ketua DPRD DKI Jakarta yang ditemui pada acara penyerahan bantuan sembako oleh PT Kompak di Balai Kota kemarin.

“Kalau bisa pembicaraan melibatkan semua anggota biar pembicaraan komunikatif.” lanjutnya.

Menurut Edy pembicaraan perlu melibatkan semua anggota dewan yang jumlahnya 75 orang karena tidak semua anggota dewan mempunyai beban dan tanggungan yang sama termasuk sumber penghasilannya. Tidak dapat dipungkiri bahwa ada anggota dewan yang mempunyai penghasilan lebih dari satu Tetapi ada juga yang hanya mengandalkan pendapatan sebagai anggota dewan. Oleh karena itu sumbangan yang pada dasarnya mulia jangan sampai membuat penyumbangnya susah.

Pendapat setuju juga dikemukakan oleh ketua FPP Achmad Suaidy. Secara pribadi langkah menyumbangkan gaji pokok dari eksekutif untuk mengentaskan kemiskinan merupakan hal yang patut didukung. Namun demikian, perlu dipertimbangkan nasib karyawan yang hanya mengandalkan satu sumber pendapatan.

“Perlu dikaji secara mendalam agar sumbangan yang tujuannya mulia tidak melahirkan bentuk penyelewengan baru.” kata Achmad.

Karena besarnya sumbangan sebenarnya tergantung pada keikhlasan dan kemampuan seseorang.

Sumber : REPUBLIKA (20/03/1998)

_____________________________________________________________________

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita.” Buku XX (1998), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal 883-884.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.