DPRD RIAU USULKAN SOEHARTO DIPILIH KEMBALI SEBAGAI PRESIDEN

DPRD RIAU USULKAN SOEHARTO DIPILIH KEMBALI SEBAGAI PRESIDEN

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Propinsi Riau (DPRD) mengusulkan kepada MPR hasil Pemilu 1982, agar mencalonkan dan memilih kembali Jenderal Purnawirawan Soeharto sebagai Presiden RI periode 1983-1988.

Usul itu tertuang dalam pernyataan pendapat DPRD Riau yang dicetuskan dalam sidang pleno dewan tersebut yang dilangsungkan di Gedung Lancang Kuning Pekanbaru, Rabu.

Selain itu, pernyataan pendapat DPRD Riau tersebut mendesak MPR agar memberikan gelar kepada Presiden Soeharto sebagai Bapak Pembangunan Nasional.

Kepada Presiden Soeharto, DPRD Riau memohon kesediaannya menerima gelar Bapak Pembangunan Nasional dan bersedia dicalonkan dan dipilih kembali sebagai presiden untuk tahun 1983-1988.

Sebelumnya, dibacakan penjelasan usul initiatif tujuh anggota dewan mewakili fraksi-fraksi yang ada, yang disampaikan H. Thamrin Nasution BA, yang pada pokoknya menilai keberhasilan pembangunan di segala bidang di tanah air yang dilaksanakan pemerintah Orde Baru di bawah kepemimpinan Soeharto.

Dikatakan, adanya kesetiaan dan kesungguhan Soeharto memimpin rakyat dan bangsa Indonesia dengan melaksanakan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat menuju cita2 proklamasi Kemerdekaan RI yang berlandaskan Pancasila dan UUD 1945. Karenanya usaha2 pembangunan yang telah dinikmati hasilnya oleh rakyat itu perlu dilanjutkan di bawah kepemimpinan Presiden Soeharto.

Pernyataan pendapat DPRD Riau itu disampaikan langsung kepada Gubernur Riau Haji Imam Munandar untuk diteruskan kepada MPR dan Presiden Soeharto di Jakarta.

"Selain Gubernur, dalam sidang pleno yang dipirnpin Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Riau Adnan Kasim itu, hadir Muspida Propinsi dan Kodya Pekanbaru dan tokoh2 (DTS)

Pekanbaru, Antara

Sumber: ANTARA (29/10/1981)

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku "Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita", Buku VI (1981-1982), Jakarta: Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 225.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.