DPR SOAL TIDAK NAIK GAJI PADA RAPBN 1987/88

DPR SOAL TIDAK NAIK GAJI PADA RAPBN 1987/88

 

 

Beberapa tokoh masyarakat dapat mengerti dan memaklumi tidak adanya rencana pemerintah untuk menaikkan gaji pegawai negeri dan anggota ABRI pada tahun anggaran 1987/9188.

Dimintai komentar secara terpisah seusai mendengarkan amanat Presiden Soeharto mengantar RAPBN 1987/88 di depan rapat paripurna terbuka DPR di Jakarta hari Selasa, mereka pada umumnya menilai, tidak adanya rencana menaikkan gaji tersebut merupakan sesuatu yang wajar, mengingat beratnya keadaan keuangan negara dalam situasi perekonomian dewasa ini.

Wakil Ketua DPR/MPR Nuddin Lubis mengakui, bahwa gaji pegawai negeri sekarang masih jauh untuk dikatakan cukup.

“Tetapi bagaimana mau menaikkan kalau uangnya tidak cukup.”

“Jadi ini menyangkut uang yang tidak ada, bukan karena gaji pegawai negeri sudah cukup,” katanya.

Sementara itu, Ketua Umum Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Basyuni Suryamiharja menyatakan bahwa soal gaji pegawai negri dan anggota ABRI mau tidak mau harus disesuaikan dengan kemampuan moneter.

“Keliru kalau kita minta gaji naik dalam anggaran negara bela negara yang tidak seimbang, sebab hal ini justru bisa menimbulkan inflasi tidak terkendali. Kalau sampai terjadi inflasi seperti itu maka yang akan menanggung akibat berat adalah mereka yang berpenghasilan tetap seperti pegawai negri sendiri,” katanya.

Basyuni menyatakan keyakinannya bahwa tidak naiknya gaji pada tahun anggaran 1987/88 tidak akan banyak mempengaruhi kehidupan para guru, khususnya para guru yang hidup di pedesaan.

“Saya juga yakin, hal itu tidak akan mempengaruhi semangat pengorbanan serta dedikasi guru dalam melaksanakan tugasnya sehari-hari. Kita memang berharap, kesejahteraan kita bisa terus ditingkatkan, akan tetapi untuk itu soal gaji bukan satu-satunya faktor penentu,” tandasnya.

Anggota DPA dan bekas Sekjen PDI Sabam Sirait menilai, tidak adanya rencana menaikkan gaji pegawai negeri dan anggota ABRI, sebagai suatu bukti bahwa pemerintah tidak bermaksud mengkampanyekan APBN untuk kepentingan pemilu.

“Banyak orang berhitung, kenapa menjelang pemilu ini gaji tidak dinaikkan. Saya kira Presiden justru ingin menunjukkan bahwa pemilu yang akan datang tidak dikampanyekan lewat APBN.”

Presiden Soeharto dalam amanatnya di depan rapat paripurna DPR itu menegaskan bahwa untuk tahun 1987/88, seperti halnya tahun 1986/87, keadaan keuangan negara sangat berat.

Oleh karena itu jelas tidak mungkin dan tidak sewajarnya mengadakan kenaikan gaji pegawai negri dan anggota ABRI.

Sehubungan dengan hal tersebut Kepala Negara meminta pengertian segenap pegawai negeri dan anggota ABRI untuk secara setulus-tulusnya menunjukkan pengabdian mereka kepada masarakat, Justru pada waktu negara dan masarakat sedang dalam ujian keprihatinan dewasa ini. (RA)

 

 

Jakarta, Antara

Sumber : ANTARA (06/01/1987)

 

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku IX (1987), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 356-357.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.