DPR KEMBALI BERSIDANG

DPR KEMBALI BERSIDANG

 

 

Jakarta, Antara

Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Rabu pagi kembali mengadakan rapat paripuma di Jakarta setelah menjalani masa reses sejak 24 Juli 1989. Rapat paripuma terbuka itu, berlangsung sekitar dua setengah jam di Gedung DPR Senayan, dibuka oleh Ketua DPR M. Kharis Suhud, yang sekaligus menandai dibukanya masa persidangani DPR RI tahun 1989/1990.

Setelah mendengarkan pidato pembukaan masa persidangan, yang disampaikan Ketua DPR, rapat paripurna tersebut juga mendengarkan penyampaian pidato kenegaraan Presiden Soeharto sebagai acara pokok.

Di samping para anggota dewan, hadir pada pembukaan masa persidangan itu Wakil Presiden Sudharmono, para pimpinan dan anggota lembaga tertinggi dan tinggi negara, para Menteri Kabinet Pembangunan V, para duta besar/perwakilan negara sahabat, serta para teladan.

Kharis Suhud dalam pidatonya menyatakan bahwa dalam tahun sidang 1989/1990 ini, DPR akan melanjutkan pembahasannya tentang Rancangan Undang Undang (RUU) Peradilan Agama dan RUU Paten, yang pada masa persidangan sebelumnya baru diselesaikan sampai tingkat II.

Untuk itu, katanya, sesuai keputusan rapat Badan Musyawarah 6 Juli 1989, DPR akan membentuk dua panitia khusus (Pansus), yang masing-masing akan menangani kedua RUU tersebut pada pembicaraan tingkat III.

”Pembentukan kedua panitia khusus ini insya Allah akan dilak sanakan dalam rapat paripurna 24 Agustus 1989,” sambungnya.

Pada tahun sidang 1988/1989 yang baru lalu, DPR bersama -sama Pemerintah telah menyediakan pembahasan lima RUU, yaitu RUU tentang APBN 1989/1990, RUU tentang Sistem Pendidikan Nasional, RUU tentang Telekomunikasi, RUU tentang Tambahan dan Perubahan Atas APBN 1989/1990, serta RUU tentang Perhitungan Anggaran Negara 1986/1987.

Kharis juga mengatakan bahwa selain melanjutkan pembahasan kedua RUU tersebut, yaitu RUU Peradilan Agama dan RUU Paten, DPR khususnya Fraksi Kraksi akan diberi kesempatan mempelajari pidato kenegaraan Presiden dan mendalaminya, untuk kemudian digunakan sebagai masukan bagi para anggota dewan dalam melaksanakan tugas mereka.

 

 

Sumber : ANTARA (16/08/1989)

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku XI (1989), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 290-291.

 

 

 

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.