DPR KECAM PEMBERITAAN PERS ASING MENGENAI PRESIDEN SOEHARTO

DPR KECAM PEMBERITAAN PERS ASING MENGENAI PRESIDEN SOEHARTO[1]

 

Jakarta, Antara

Fraksi-fraksi di DPR RI mengecam pemberitaan pers asing akhir-akhir ini yang sangat merugikan Bangsa Indonesia, terutama pemberitaan yang menyangkut kesehatan Presiden Soeharto.

Wakil Ketua F-ABRI Hari Sabarno, Ketua FKP Andi Mattalatta dan Wakil Ketua FKP Hari Soegiman serta Ketua FPP Ny. Aisyah Aminy di Jakarta, Jumat, menyarankan agar pemerintah menelusuri latar belakang pemberitaan yang cenderung merugikan Indonesia itu.

Hari Sabarno dan Hari Soegiman menyatakan, pemberitaan pers asing, khususnya mengenai Pak Harto, jika dibiarkan bukan hanya mempengaruhi opini dunia, tetapi juga nama baik Indonesia di luar negeri.

“Tanpa bermaksud mengurangi kebebasan pers untuk memberi informasi kepada masyarakat, pemerintah perlu mengambil tindakan terhadap pers asing, terutama meminta pertanggungjawaban penulisnya.” kata Hari Soegiman.

Ia menyarankan agar pemerintah juga mengatur frekuensi dalam memberi informasi kepada wartawan asing.

Hari Sabarno juga menyarankan agar ada penelusuran terhadap tendensi pemberitaan yang merugikan Indonesia, misalnya meminta penjelasan kepada penulis maupun sumber berita yang memberi informasi kepada pers asing itu.

Aisyah Aminy menyatakan setuju upaya penelusuran untuk mengetahui maksud pemberitaan itu kepada penulisnya dan jika perlu, penulis atau sumber berita ditindak secara hukum.

“Wartawankan mestinya melakukan pengecekan dan memberitakan fakta yang ada, bukan sebaliknya memberitakan isu-isu atau informasi yang tidak benar.” katanya.

Ia juga menyarankan agar Deppen sebagai lembaga yang membina pers di Indonesia melakukan protes kepada lembaga pers asing.

“Jika hasil terbitannya beredar di Indonesia perlu distop.” katanya.

Ia mengatakan, sebenarnya pemberitaan pers asing yang cenderung merugikan Indonesia di mata masyarakat Internasional telah lama ada, namun baru ditanggapi Menlu Ali Alatas pada Kamis (3/4) kemarin.

Untuk menghilangkan opini masyarakat Internasional, kalangan DPR menyarankan agar informasi mengenai Indonesia perlu ditingkatkan melalui saluran Kedubes Indonesia di luar negeri.

Selain itu, juga perlu terus ditingkatkan melalui diplomasi politik nasional ke luar negeri.

“Masyarakat Indonesia jangan terpengaruh atau percaya atas pemberitaan pers asing itu.” Kata Andi Mattalatta.

Ia mengharapkan, pers nasional meluruskan pemberitaan pers asing melalui pemberitaan yang akurat dari dalam negeri, jika perlu disiarkan juga ke luar negeri.

Kalangan wakil rakyat menyesalkan kecenderungan pemberitaan pers asing akhir-akhir ini, khususnya mengenai pemberitaan mengenai kesehatan Presiden Soeharto.

Sumber : ANTARA (04/04/1997)

______________________________________________________

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita.” Buku XIX (1997), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal 671-672.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.