DPR-GR MENDAPAT SOROTAN TADJAM

DPR-GR MENDAPAT SOROTAN TADJAM [1]

 

Djakarta, Berita Yudha

DPR-GR sebagai lembaga legislatif Indonesia telah mendapat sorotan sangat tadjam dari Majdjen. Dharsono. Panglima Siliwangi, Majdjen Darsono memantjarkan sorotan ini ketika ia berbitjara di muka Musjarawah Rakjat Djawa Barat II, hari Kamis jbl. di Bandung.

Kata Panglima: kini ada gedjala bahwa DPR-GR sebagai alat legislatif dengan struktur dan personalia sebagaimana sekarang ini, sangat menghambat Pemerintah dalam melaksanakan tugasnya merealisasikan program Kabinet Ampera.

Forum DPR-GR sekarang ini mentjerminkan kehidupan politik tidak sehat, dimana anggota2nja kebanjakan masih mementingkan golongan sendiri dan tidak memikirkan kepentingan kesedjahteraan rakjat setjara keseluruhan.

Dengan DPR-GR jang bertjara kerja dan berstruktur seperti masa Orde Lama ini, rakjat tidak jakin bahwa DPRGR akan bisa bekerja sama dengan pemerintah untuk mensukseskan Kabinet Ampera, demikian kata Panglima.

Re-call Anggota2 jang Tidak Progam Oriented

Majdjend Dharsono kemudian mengatakan bahwa struktur dan personalia DPR-GR ala Orde Lama ini harus segera merecall anggota2 jang tidak berprogam oriented.

Dalam forum ini DPR-GR tidak boleh pula ada yes man jang berlandaskan kultus individu. Dan tidak boleh pula ada no men jang apriori selalu menolak segala rentjana pemerintah untuk memperbaiki kehidupan rakjat.

DPR-GR sebagai salah satu atribut pemerintahan demokratis harus bisa mendjamin bahwa perdjoangan golongan harus dilandasi oleh program oriented, harus bisa bekerjasama dengan pemerintah, dalam usaha mentjitakan kesedjahteraan masjarakat, melaksanakan demokrasi pantjasila. Anggota2 DPR haruslah terdiri dari personil wakil2 Orde Baru jang memiliki kesediaan dan ketulusan untuk bekerdjasama dengan Kabinet Ampera dalam mensukseskan Dwi Darma dan Tjatur Karyanya, demikian kata Panglima Siliwangi. (DTS)

Sumber: BERITA YUDHA (20/01/1968)

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku II (1968-1971), Jakarta: Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 9-10.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.