DPR : APEC PERLU KERJASAMA MODAL VENTURA UNTUK USAHA KECIL

DPR : APEC PERLU KERJASAMA MODAL VENTURA UNTUK USAHA KECIL[1]

 

Jakarta, Antara

Ketua DPR/MPR Wahono menyatakan negara-negara yang tergabung dalam Forum Kerjasama Ekonomi Asia-Pasifik (APEC) perlu menjajaki kerjasama mengembangkan modal ventura untuk membantu kemampuan bersaing industri kecil dan menengah.

Wahono dalam sidang paripurna penutupan masa persidangan III tahun sidang 1996/1997 di Jakarta, Rabu menyatakan, pengembangan kerjasama itu akan sangat membantu pemberdayaan usaha kecil dan menengah di masing-masing negara.

Pengembangan kerja sama modal ventura antar Negara APEC patut menjadi salah satu agenda penting pertemuan Menteri Perdagangan APEC yang akan berlangsung di Vancouver (Kanada) Mei 1997, ucap Wahono.

Sebaliknya, lanjut Wahono, kondisi modal negara-negara kuat dapat berperan besar dalam membentuk pembiayaan bagi negara berkembang.

“Agenda ini penting sebagai langkah untuk mengurangi kesenjangan antara negara maju dan negara berkembang dalam APEC, sekaligus meningkatkan kerjasama.” katanya.

Menghadapi pertemuan di Kanada, Wahono menyatakan, Indonesia perlu mempersiapkan agenda ketja yang relevan dengan pengembangan usaha kecil dan menengah, yang juga sedang mendapat perhatian besar dari APEC dewasa ini.

Pada bagian lain, Dewan menyambut baik upaya Presiden Soeharto ke beberapa negara Indochina beberapa waktu lalu sebagai langkah meningkatkan hubungan kerja sama antar negara, terutama menjelang perwujudan ASEAN-10.

“Tentunya kebijakan itu dilandasi prinsip tidak mencampuri masalah dalam negeri masing-masing serta harapan agar setiap negara terpanggil untuk mengintrospeksi diri dan terus memperbaiki kondisi domestiknya.” kata Wahono.

Wahono menilai, semangat tersebut penting untuk mengurangi penilaian sumbang yang datang dari pihak luar dan memperbaiki citra negara-negara sekawasan yang tergabung dalam ASEAN.

Setelah adanya penutupan masa persidangan ke-3, wakil rakyat di DPR menjalani masa “reses” yang diisi dengan kunjungan ke daerah-daerah serta ke luar negeri (Komisi IX keNorwegia). Masa “reses” terhitung mulai 17 April hingga 7 Juni 1997.

Sumber : ANTARA (16/04/1997)

____________________________________________________________

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita.” Buku XIX (1997), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal 320-321.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.