DPP GOLKAR PUTUSKAN MINTA PRESIDEN MUNDUR

DPP GOLKAR PUTUSKAN MINTA PRESIDEN MUNDUR[1]

 

Jakarta, Republika

Ketua Fraksi Karya Pembangunan (FKP) yang juga wakil sekjen DPP Golkar HM Irsyad Sudiro menegaskan Golkar mendukung tuntutan reformasi menyeluruh, termasuk mundurnya Presiden Soeharto. Sikap tegas tersebut, kata Irsyad, tercermin pula dalam rapat pimpinan dewan dan fraksi-fraksi yang berlangsung pukul 09.30 hingga 15.30 WIB, kemarin.

Dalam rapat, bersama fraksi lainnya, Fraksi Karya Pembangunan (FKP) mendukung tuntutan masyarakat termasuk mahasiswa agar Presiden mundur. Apakah benar sikap FKP itujuga sebagai sikap dari DPP Golkar?

“Ya sudah pasti itu,” katanya usai mengikuti jumpa pers Rapim DPR dari fraksi-fraksi, Selasa sore.

Apalagi, sikap FKP itu telah jadi kesepakatan rapat pleno DPP Golkar yang berlangsung sejak Senin malam hingga Selasa dini hari, kemarin. Saat itu, Sekjen DPP Golkar Ary Mardjono menyatakan sikap Golkar sejalan dengan pernyataan FKP DPR.

“Kalau mau tanya sikap Golkar, ya tunggu apa yang dikatakan FKP dalam Rapim Dewan dan fraksi-fraksi DPR hari ini (kemarin, red). Itu sikap resmi DPP Golkar,” kata Ary yang didampingi kedua HR. Agung Laksono, Sofyan Lubis dan Ais Anantama Said.

Sementara, suasana rapat pleno DPP Golkar tersebut berlangsung alot Rapat pleno yang diadakan mendadak itu berjalan maraton sejak Senin malam pukul 09.30 hingga Selasa, 01.30 WIB dini hari. Rapat di lantai empat Gedung Sekretariat DPP itu diadakan untuk mempertanyakan keabsahan Harmoko saat mengumumkan permintaan pengunduran diri Pak Harto. Hadir dalam rapat seluruh anggota DPP kecuali ketua DPP Siti Hardiyanti Rukmana dan bendahara umum Bambang Trihatmodjo.

Dalam forum berkembang berbagai pendapat antara lain, pernyataan Harmoko dianggap kurang proporsional. Beberapa lainnya menilai pernyataan itu belum dapat dianggap sebagai pendapat pimpinan DPR/MPR. Menanggapi itu semua, Ary mengakui hal itu merupakan pernyataan pribadi Harmoko sebagai Ketua DPR bersama para wakil ketua dewan lainnya.

Saat rapat berlangsung, ada dua anggota yang keluar dari ruang rapat; Bambang Riyadi Sugama (Ketua Departemen Pemenangan Pemilu) dan Indra Bambang Utoyo (Ketua Departemen Pemuda). Bambang pun meninggalkan kantor DPP. Sedangkan Indra pun menggelar jumpa pers, saat rapat masih berlangsung. Kepada wartawan, Indra yang menyatakan diri selaku ketua umum DPP AMPI, ketua Departemen Pemuda DPP Golkar, dan Sekjen DPP FKPPI menegaskan tetapnya dukungan kepada Presiden Soeharto. Ia bahkan akan menginstruksikan seluruh anggota AMPI yang berjumlah 9 juta orang itu untuk mengamankan kepemimpinan Soeharto.

Sementara, Irsyad mengingatkan, FKP maupun DPP Golkar setuju dengan pendapat Presiden Soeharto yang menginginkan mundur secara konstitusional. Langkah konstitusional terbaik bagi Pak Harto, apa yang sebaiknya ditempuh keinginan Presiden itu, Irysad mengatakan itu tergantung dari tawar-menawar antara Presiden dengan pihak legislatif, DPR atau MPR.

Yang sudah ditawarkan Presiden adalah dipercepatnya proses pemilu. Proses menyempurnakan UU Politiknya, katanya dapat segera. Ia pun menyatakan fraksinya siap membahas secepatnya. Butuh berapa lama?

“Kalau prosedur shortcut (prosedur pendek) seminggu dua minggu pun bisa,” katanya.

Sumber: REPUBLIKA (20/05/1998)

______________________________________________________________________

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita.” Buku XX (1998), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 382-383.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.