DJENDERAL SOEHARTO PERINGATKAN: MUSUH2 REVOLUSI MASIH MAU MENGATJAU

DJENDERAL SOEHARTO PERINGATKAN: MUSUH2 REVOLUSI MASIH MAU MENGATJAU

Pangdam Se-Indonesia Dan Ibu2 Persit Ziarah Ke LB [1]

 

Lubang Buaja, Berita Yudha

Udara tak seberapa panas terlindung oleh pohon2 jang tinggi. Wadjah para Pati/Pamen/Pama, anggauta2 pasukan pengawal serta Ibu2 pimpinan Persit Kartika Tjandra Kirana se-Indonesia tampak serius dan perhatian. Peristiwanja berlangsung hari Minggu sewaktu para Panglima KODAM se-Indonesia dan para Ibu2 pimpinan Persit berziarah ke Lubang Buaja, Djenderal Soeharto bersama ibu Soeharto tiba ditempat upatjara sesuai sebelum djam 11:00, sedangkan pasukan pengawal terdiri dari anggota2 RPKAD anggota KOSTRAD dan DEPAD serta anggota2 Brigade Kavaleri 1/ Kostrad dengan Panzernja.

Tepat djam 11 :00 hari Minggu kemarin dengan hanja diseling oleh suara bunji motor diesel dikedjauhan dan suara burung2 diatas dahan pohon2 jang melindungi sekitar sumur tua Lubang Buaja dilangsungkan upatjara chidmat ziarah. Oleh Komandan Markas Komando DEPAD terlebih dahulu dibatjakan setjara singkatan pengchianatan peristiwa pentjulikan dan pembunuhan kedjam oleh kaum kontra revolusi G 30 S/PKI dan penemuan pentjarian gigih anggota2 RPKAD hingga menemukan lubang sumur tua tsb.

Selesai ini, oleh Kepala2 Pusroh Islam dan Katholik dibatjakan do’a bagi arwah para Pahlawan2 revolusi chususnja.

Punja Arti Chusus

Inspektur upatjara Djenderal Soeharto memulai amanat singkatnja, “tepat 11 bulan jl. pada tanggal jg. sama jakni 4 Oktober 1965 kita menjaksikan suatu peristiwa bersama jang amat menjedihkan. Mungkin telah mendjadi keputusan Tuhan JME, bahwa tepat pada tanggal jg. sama ini 11 bulan setelah peristiwa itu kita berdiri disini berziarah, dan angka 11 ini mengingatkan kepada Surat Perintah 11 Maret jl”.

Djenderal Soeharto jang berbitjara dengan penuh rasa haru kemudian berkata, “setelah peristiwa tanggal 30 September 1965 terdjadi tidak kita ketahui nasib rekan2 jang ditjulik gerombolan pengchianat G 30 S/PKI. Saat itu saja perintahkan RPKAD dengan djalan apapun dan dengan tidak kenal istirahat agar mentjari tempat dimana rekan2 Pimpinan TNI/AD itu berada. Sjukur alhamdulillah kepada Tuhan Jang Maha Esa pada tgl 2 Oktober 1965 anak2 RPKAD menemukan tempat di Lubang Buaja ini, jang kemudian dilaporkan kepada saja di Markas KOSTRAD pada djam 01.00 malam”. (DTS)

Sumber: BERITA YUDHA (05/09/1966)

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku I (1965-1967), Jakarta: Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 380-381.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.