DIUNDANG TIDAKNYA NEGARA2 SAHABAT DITENTUKAN PADA KONPERENSI MENLU2 ASEAN

Soeharto – Hussein Onn:

DIUNDANG TIDAKNYA NEGARA2 SAHABAT DITENTUKAN PADA KONPERENSI MENLU2 ASEAN [1]

 

Jakarta, Suara Karya

Hadir dan tidaknya Perdana Menteri beberapa negara sahabat dalam KTT ASEAN, bam akan diputuskan dalam pertemuan Menlu2 ASEAN di Bangkok yad. Demikian dikatakan oleh Menteri Luar Negeri Adam Malik setelah mendampingi Presiden Soeharto dalam pembicaraan tertutup dengan Perdana Menteri Malaysia ­ Hussein Onn – yang berlangsung selama 1 ½ jam di Istana Merdeka semalam.

Selesai pertemuan, kepada pers Perdana Menteri Malaysia tsb. tidak bersedia memberikan keterangan, kecuali mengatakan pembicaraan masih akan dilanjut Kamis pagi ini. Sementara itu Adam Malik atau pertanyaan menyatakan negara2 sahabat yang secara resmi sudah menyampaikan keinginannya untuk menghadiri KTT ASEAN adalah Jepang dan Australia. Tetapi jawaban pasti atas keinginan tadi akan diputuskan dalam pertemuan pendahuluan yang dihadiri oleh Menlu2 ASEAN di Bangkok yad.

Tidak berhasil mendapat banyak keterangan mengenai pertemuan Presiden Soeharto dan Perdana Menteri Hussein Onn yang telah berlangsung sejak jam 19.30 dan diteruskan dengan pembicaraan tertutup yang berakhir pada jam 22.15, para wartawan meminta tanggapan Adam Malik atas suara2 yang menganggap Indonesia menghalang-halangi kunjungan utusan khusus PBB – Winspeare Guicciardi ke daerah2 Timor Timur yang diduduki Fretilin.

Menurut Menlu, anggapan itu tidak benar. Masalahnya adalah karena tidak ada pilot yang berani menerbangkan pesawat yang akan mengangkut utusan tersebut ke daerah yang tak diketahui secara pasti keamanannya. Selain itu, Pemerintah Sementara Timor Timur sendiri juga tak berani menjamin keamanannya jika mengunjungi daerah Fretilin.

Malam Bertabur Batik

Perdana Menteri Malaysia Datuk Hussein Onn, di Istana Merdeka semalam telah mengadakan kunjungan kehormatan kepada Presiden Soeharto, yang dilanjutkan dengan tukar-menukar tanda mata, jamuan makan malam bersama dan melangsungkan pembicaraan antara kedua pemimpin itu.

Presiden Soeharto yang mengenakan batik safari hijau muda berlengan panjang dengan motif2 burung, tampak telah siap menanti kedatangan tamunya di ruang tengah Istana Merdeka sejak pukul 19.20 WIB. dengan didampingi oleh Mensesneg Sudharmono SH, Kepala Bakin Yoga Sugama, Sekmil Presiden Tjokropranolo dan Duta Besar RI untuk Malaysia Moh. Hasan, yang kesemuanya mengenakan batik.

Sekitar jam 19.30 WIB. Perdana Menteri Malaysia Datuk Hussein Onn didampingi Menteri Luar Negeri Malaysia Tengku Ahmad Rithaudeen dan Menteri Luar Negeri Adam Malik memasuki ruangan beserta rombongan tamu lainnya. Perdana Menteri Malaysia tampak mengenakan batik lengan panjang warna biru kombinasi putih yang bermotif burung2, demikian pula kedua Menlu dan rombongan umumnya memakai kemeja batik, sehingga menciptakan suasana malam itu menjadi malam bertabur batik.

Presiden Soeharto lalu menyambut kedatangan Perdana Menteri Malaysia dipintu Istana, saling berjabat tangan dan memperkenalkan pejabat2 masing2. Kedua pemimpin disertai Mensesneg Sudharmono, Ka Bakin Yoga Sugama dan kedua Menlu kemudian memasuki ”Ruang Jepara” lstana Merdeka untuk beramah-tamah dan tukar menukar kenang2an yang berlangsung selama kurang lebih setengah jam.

Pertemuan kedua pemimpin ini tampak mendapat sambutan yang hangat dari para wartawan2, baik wartawan dalam negeri, wartawan Malaysia maupun beberapa wartawan asing. Mereka berjejal saling mendahului untuk dapat mengabadikan pertemuan yang bersejarah itu.

Ketika jam yang berada di ruang tengah lstana Merdeka berdentang delapan kali, kedua pemimpin tampak keluar dari ruang Jepara untuk suatu jamuan makan malam bersama. Sebuah meja putih bundar siap tersedia dengan dua pasang bendera Malaysia dan Indonesia diatasnya, terletak di tengah diantara rangkaian bunga anggrek.

Sebelum Presiden dan Perdana Menteri Malaysia tiba, di tempat initelah menanti terlebih dahulu Menteri Perdagangan Radius Prawiro, Duta Besar Moh. Hasan dan Duta Besar Malaysia Datuk Zainal Abidin bin Sulong. Presiden dan tamunya duduk berdampingan diikuti oleh Menlu Adam Malik, Menlu Tengku Rithaudeen, Mensesneg Sudharmono, Ka Bakin Yoga Sugama. Dua buah meja bundar putih lainnya tampak pula tersedia berjajar di ruang itu, yang ditempati oleh rombongan lainnya.

Sebelum jamuan makan malam dimulai, kembali para wartawan yang puluhan orang jumlahnya itu berjejal mengabadikan acara.

Selesai jamuan makan malam bersama ini, Presiden Soeharto dan Perdana Menteri Malaysia Datuk Hussein Onn kembali menuju ruang Jepara untuk melakukan suatu pembicaraan dalam rangka kunjungan ketja Perdana Menteri Malaysia itu ke Indonesia.

Mendarat pkl. 16.35

Perdana Menteri Malaysia Datuk Hussein Onn hari Rabu kemarin jam 16.35 dengan pesawat khusus MAS – FM 2102 telah mendarat di lapangan terbang Halim Perdanakusuma untuk mengadakan kunjungan selama dua puluh dua setengah jam di Indonesia.

Setelah pesawat yang ditumpangi merapat pada ujung permadani warna merah cerah memanjang sampai VIP Room Halim Perdanakusuma dan setelah dijemput oleh Ditjen Protokol Deplu Widya Latif dan Dubes Malaysia untuk Indonesia Datuk Zainal Abidin bin Sulong, PM Hussein Onn yang berkemeja safari lengan pendek wama cokelat muda keluar dari pesawat. Di ujung tangga bawah, Presiden Soeharto didampingi Wakil Presiden  Sri Sultan Hamengku Buwono telah siap menyambut kedatangan Pemimpin Tertinggi Pemerintah negara sahabat yang terdekat dengan Indonesia.

Sesampainya di ujung permadani, PM Hussein Onn menjabat tangan Presiden Soeharto memperkenalkan diri sebagai Kepala Pemerintahan yang baru menggantikan almarhum Tun Abdul Razak.

Sebagai ucapan selamat datang dan selamat menginjakkan kaki untuk pertama kali sejak diangkat menjadi Perdana Menteri tanggal 15 Januari 1976, PM Hussein Onn mendapat kalungan bunga dari dua orang pelajar Indonesia.

Setelah berjabat tangan sejenak dengan Presiden Soeharto dan Wakil Presiden Hamengku Buwono, PM Hussein Onn diperkenalkan kepada para Menteri Kabinet Pembangunan II dan beberapa pejabat lainnya yang ikut menyambutnya. Beberapa menteri yang tampak hadir di Lapangan Udara Halim Perdanakusuma kemarin, Menteri Sekneg Sudharmono, Menlu Adam Malik, Menteri Hankam Jenderal Panggabean, Menteri Perdagangan Radius Prawiro dan beberapa pejabat tinggi lainnya.

Tanpa Upacara Militer

Kedatangan PM Hussein Onn tidak disambut dengan upacara kenegaraan atau upacara militer seperti biasanya menyambut kunjungan resmi kepala negara. Dengan upacara yang sederhana dan khidmat, PM Hussein Onn yang masih dalam suasana berkabung karena meninggalnya PM Tun Abdul Razak tanggal 14 Januari lalu, memulai “kunjungan kerjanya” untuk mengadakan pembicaraan berbagai masalah termasuk hubungan Indonesia – Malaysia dan usaha2 untuk mensukseskan KTT ASEAN di Bali.

Sebelum memasuki mobil yang akan membawanya ke Wisma Negara, PM Malaysia yang ketiga, Datuk Hussein Onn disambut oleh barisan kehormatan yang terdiri dari 23 mahasiswa Malaysia yang belajar di Akademi Ilmu Pelayaran (AIP) di Jakarta. Staf Kedubes Malaysia untuk Jakarta dan beberapa masyarakat Malaysia di Jakarta juga tampak menyambut kedatangan PM Hussein Onn di Halim Perdanakusuma.

Turut serta dalam rombongan PM Hussein Onn yang akan mendampingi selama kunjungannya di Indonesia, Menlu Tengku Ahmad Rithaudeen, Sekjen Kemlu Tan Sri Zaitu Ibrahim bin Ahmad, Ketua Setia Usaha Sulit kepada Perdana Menteri Encik Zain Azrani bin Zainal Abidin, Ketua Setia Usaha ASEAN Encik Ali Abdullah, Director Prime Ministers Department Encik Ahmad bin Yusop, Pejabat Kementerian Perdagangan Perusahaan Encik Burhan bin Abdullah dan 9 pejabat lagi.

Di samping itu PM Hussein Onn selama kunjungannya di Jakarta juga disertai oleh 22 orang wartawan kantor berita dan suratkabar Malaysia. (DTS)

Sumber: SUARA KARYA (29/01/1976)

 

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku IV (1976-1978), Jakarta: Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 32-35.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.