DISIPLIN PEMBANGUNAN

DISIPLIN PEMBANGUNAN

Di dalam pertemuan antara Presiden dan Menteri Emil Salim Senin yang lalu, antara lain telah disinggung mengenai masalah disiplin pembangunan.

Dalam hal ini Menteri Emil Salim diminta untuk menjabarkan lebih lanjut petunjuk Presiden sebagaimana yang disampaikan dalam pidato kenegaraan 16 Agustus yang lalu, khususnya yang menyangkut disiplin pembangunan.

Dengan disiplin pembangunan sebagaimana yang dimaksudkan dalam pidato kenegaraan itu ialah suatu sikap, semangat dan disiplin dalam melaksanakan pembangunan.

Hal ini disebabkan karena dengan semakin meningkatnya pembangunan, masalah-masalah yang dihadapi juga semakin kompleks dan volume anggaran juga semakin meningkat.

Kita bergembira bahwa Presiden Soeharto sendiri telah mengambil prakarsa mengenai masalah ini.

Hal ini disebabkan, terlepas dari hasil-hasil pembangunan yang telah dicapai, banyak upaya-upaya yang masih harus dibenahi.

Dikalangan KADIN, misalnya keluar persoalan pungli. Di kalangan masyarakat, juga sering terdengar pungutan-pungutan tambahan untuk memperoleh pelayanan.

Di kalangan dunia usaha timbul keluhan bahwa produktivitas tenaga kerja kita masih rendah. Sedangkan dalam pembangunan proyek-proyek sering ada keluhan masih koordinasi.

Kenyataan-kenyataan ini menimbulkan adanya hal-hal yang kurang efisien.

Komoditas ekspor kita menjadi tidak mampu bersaing. Harga produksi di dalam negeri juga ternyata sering lebih mahal dari produk luar negeri. Ekonomi kita seolah­olah menjadi mahal.

Karena itu kita sangat menghargai prakarsa Presiden untuk menjabarkan secara operasional disiplin pembangunan itu, agar sasaran-sasaran pembangunan kita lebih cepat dicapai.

Dalam hubungan ini (sebenarnya) apa yang disebut disiplin pembangunan itu sudah sering kita dengar, namun pelaksanaannya masih harus ditingkatkan.

Meningkatnya pembangunan, memang harus disertai upaya untuk mencegah kebocoran-kebocoran. Peraturan, prosedur ataupun sangsi-sangsi mengenai masalah ini sudah ada. Tinggal melaksanakannya secara lebih konsekuen.

Demikian juga seruan untuk hidup hemat, menjaga semangat pembangunan dengan dedikasi yang tinggi sudah sering kita dengar.

Karena peranan Pemerintah adalah sangat besar, maka adalah wajar apabila masyarakat ingin melihat contoh-contoh perbuatan yang diperlihatkan oleh aparatur Pemerintah sendiri. Masyarakat sudah tentu akan mengikuti.

Ini tidak berarti, bahwa kita mengabaikan peranan masyarakat. Tetapi kita yakin bahwa pada dasarnya masyarakat kita sangat mudah diajak berpartisipasi, sepanjang diberikan contoh yang baik.

Kita yakin bahwa disiplin pembangunan itu adalah untuk segenap lapisan masyarakat, baik Pemerintah maupun masyarakat umum. Namun, kita berharap setelah disiplin pembangunan ini nanti dijabarkan, aparat Pemerintah sendiri harus paling siap untuk melaksanakan "disiplin pembangunan itu sendiri. Apabila tidak, kita khawatir, prakarsa Presiden akan tidak dapat memenuhi sasaran.

Semoga Menteri Emil Salim dapat megemban tugas dan menjabarkan disiplin pembangunan tersebut. (RA)

Jakarta, Pelita

Sumber : PELITA (04/10/1982)

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku "Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita", Buku VI (1981-1982), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 845-846.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.