DISAMBUT BAIK: PENGUSAHA2 KECIL TTG GAGASAN PRESIDEN MENGENAI MBENTUKAN KONSORSIUM

DISAMBUT BAIK: PENGUSAHA2 KECIL TTG GAGASAN

PRESIDEN MENGENAI MBENTUKAN KONSORSIUM

Kepada pengusaha ekonomi kuat agar membentuk suatu konsorsium untuk bisa membimbing dan mengangkat Pengusaha lemah, disambut baik para pengusaha kecil, lemah dan pribumi meskipun mereka mempertanyakan bagaimana pelaksanaan cara kerja konsorsium tersebut.

“Pada pokoknya kami menyambut baik uluran tangan yang akan diberikan para pengusaha kuat untuk membantu para pengusaha lemah "demikian dikemukakan Wakil Sekjen Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HIPPI) Mochamad Hamdan di Jakarta, Kamis.

Namun ia mengingatkan agar bantuan itu dilakukan dalam keadaan saling ketergantungan sehingga dalam prakteknya yang kuat benar-benar membantu yang lemah.

Bentuk konsorsium itu akan lebih menguntungkan bagi para pengusaha lemah yang umumnya para pengusaha pribumi bila hal itu dilakukan untuk membantu mendapatkan kredit perbankan yang sampai kini masih sulit didapat para pengusaha lemah.

Dana yang ada pada konsorsium itu bisa dijadikan anggunan bagi para pengusaha ekonomi lemah untuk mendapatkan kredit baik di bank milik pemerintah maupun di bank swasta.

Namun, Hamdan meragukan manfaat konsorsium itu bila saja cara kerja konsorsium itu semata-mata ditujukan hanya untuk membentuk sebuah perusahaan baik yang bergerak di bidang industri maupun bidang lainnya yang banyak dilakukan para pengusaha.

la yakin bila cara kelja konsorsium itu ditujuk:an untuk membantu para pengusaha lemah dalam bidang mendapatkan perkreditan dari bank, maka akan sangat bermanfaat bagi pengembangan pengusaha lemah yang sampai kini umumnya lemah di bidang permodalan.

Imbauan Presiden tentang pembentukan konsorsium itu dikemukakan kepada para pimpinan Kadin yang melaporkan hasil-hasil seminar nasional Kadin Indonesia pada 21 Juli lalu.

Dana Rp. 5 milyar

Dalam pada itu, Probosutedjo, Wakil Ketua Kadin Indonesia setelah menghadap Presiden Soeharto 21 Juli mengungkapkan atas gagasan Liem Sioe Liong dan Wiiliam Suryajaya pada penataran P4 bagi para pengusaha kuat yang dilangsungkan di Jakarta, sudah terkumpul dana sebesar Rp. 5 milyar.

Dana tersebut dimaksudkan memberikan bantuan kepada para pengusaha lemah di bidang pendidikan.

Menurut Probosutedjo bantuan itu hendaknya diartikan sebagai. suatu kerjasama yang baik antara pengusaha kuat dengan pengusaha lemah, Kadin Indonesia tidak bermaksud mendorong pengusaha ekonomi kuat memberikan bantuan dalam bentuk uang kepada pengusaha ekonomi lemah.

Bantuan itu menurut Probosutedjo harus diarahkan agar "Pengusaha lemah lebih mampu berfikir dan berprestasi. Ia menegaskan, memberikan ikan, tapi berikanlah pancingnya agar mereka berusaha ikannya".

Dengan adanya kerjasama yang baik antara pengusaha ekonomi lemah dan pengusaha ekonomi kuat, maka akhirnya sebutan pengusaha pribumi dan pengusaha non pribumi dengan sendirinya akan hilang, demikian dikemukakan Wakil Ketua Kadin Indonesia, Probosutedjo. (DTS)

Jakarta, Pelita

Sumber: PELITA (23/07/1980)

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku "Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita", Buku V (1979-1980), Jakarta: Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 790-792.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.