DIRJEN PAJAK: KITA TIDAK PUNYA PILIHAN LAIN, SELAIN PAJAK

DIRJEN PAJAK: KITA TIDAK PUNYA PILIHAN LAIN, SELAIN PAJAK[1]

 

Jakarta, Antara

Pemerintah tidak memiliki pilihan lain, selain sektor pajak sebagai alternatif pengganti turunnya penerimaan migas dalam RAPBN 1994/95 dibandingkan tahun sebelumnya.

“Kita tidak punya pilihan lain selain pajak karena sektor itu merupakan penerimaan negara paling stabil,” kata Dirjen Pajak, Fuad Bawazier, menjawab pertanyaan wartawan, seusai menghadiri penyampaian Nota Keuangan dan RAPBN 1994/95 oleh Presiden Soeharto di Jakarta, Kamis.

Menurut dia, berbeda dengan sektor pajak, maka penerimaan negara dari minyak yang dipengaruhi naik turunnya harga dan utang luar negeri yang dipengaruhi fluktuasi kurs mata uang asing. Fuad juga mengatakan, sebagai program jangka panjang maka penerimaan dari sektor pajak merupakan ciri kemandirian negara yang hendak dicapai Indonesia dalam penyediaan  dana pembangunan. Tentang rencana meningkatkan pendapatan melalui pajak penghasilan (PPh) dan pajak bumi dan bangunan (PBB), ia mengatakan, hal itu mencerminkan keadilan dalam pengenaan pajak mengingat antara lain kedua pajak tersebut merupakan pajak langsung.

Fuad masih belum memastikan kemungkinan dikeluarkannya kebijaksanaan baru di bidang perpajakan sehubungan peningkatan target sebesar 18,4 persen dibanding perkiraannya dalam APBN 1993/94, karena masih menunggu pembahasan RAPBN itu antara DPR dengan Pemerintah. Nota keuangan dan RAPBN 1994/95 sebagai Jampiran pidato Presiden Soeharto menyebutkan, berdasarkan faktor-faktor yang mempengaruhi setiap jenis pajak, serta mengingat perekonomian dalam negeri yang diperkirakan akan lebih baik dalam tahun 1994/95, maka RAPBN 1994/95 penerimaan pajak direncanakan sebesar Rp 40,07 triliun.

Disebutkan juga, dengan memperhatikan tingkat produksi minyak 1,53 juta barel per hari, terrnasuk kondensat 170 ribu barel per hari, maka diperkirakan terhimpun penerimaan migas Rp 12,85 triliun, atau turun Rp 2,28 triliun dibandingkan perkiraan APBN 1993/94.(T-PE02/15:35/EU04/ 6/0l/9416:11/RB2)

Sumber: ANTARA(06/01/1994)

_______________

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku XVI (1994), Jakarta: Antara Pustaka Utama, 2008, hal 157-158.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.