DIRJEN FAO TERIMA SUMBANGAN PETANI INDONESIA

DIRJEN FAO TERIMA SUMBANGAN PETANI INDONESIA

Jakarta, Antara

Direktur Jenderal Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO), Edouard Saouma menurut rencana, tiba di Jakarta, Jum’at, 15 Juli, untuk menerima sumbangan sebesar satu juta dolar AS dari petani Indonesia.

Sumbangan yang berasal dari Kontak Tani dan Nelayan Andalan Nasional itu, dimaksudkan untuk membantu petani yang kurang beruntung di negara-negara sedang berkembang lainnya, termasuk di Afrika, demikian Kantor Penerangan PBB (UNIC) di Jakarta, Rabu.

Upacara penyerahan sumbangan dari Menteri Pertanian, Ir. Wardojo kepada Saouma di Departemen Pertanian Jakarta, Sabtu pagi, akan dihadiri oleh 20 wakil dari organisasi tersebut.

Dengan diserahkannya sumbangan tersebut, maka sumbangan Kontak Tani dan Nelayan Andalan Nasional dalam rangka program bantuan dari petani ke petani yang dikoordinasikan oleh FAO, sudah berjumlah enam juta dolar.

Sumbangan pertama sejumlah lima juta dolar AS disampaikan ketika Edouard Saouma berkunjung sebelumnya dalam bulan Juli 1986. Dalam kesempatan tersebut, Saouma mempersembahkan sebuah medali FAO kepada Presiden Soeharto sebagai penghargaan atas keberhasilan Indonesia mencapai swasembada beras.

Bantuan dari petani Indonesia tersebut telah dibagikan kepada 17 negara Afrika, diantaranya, petani miskin di Angola menerima alat pertanian dan bibit sayur-sayuran, nelayan Zambia menerima jaring dan mesin disel, sementara wanita di Gambia menerima mesin giling untuk meringankan beban mereka dalam memproses padi­padian dan gandum.

Edouard Saouma menurut rencana meninggalkan Jakarta Sabtu malam menuju Bangkok, untuk selanjutnya kembali ke Markas Besar FAO di Roma.

Saouma yang berkewarganegaraan Libanon, dipilih menjadi Ditjen FAO bulan Nopember 1975. Sejak itu, ia sudah dipilih dua kali untuk masajabatan enam tahun.

Jakarta, ANTARA

Sumber : ANTARA (13/07/1988)

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku X (1988), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 124.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.